Kepala Puskesmas Oebobo, drg. Elfride Ruth/foto:Timesntt.com KUPANG, Timesntt.com – Puskesmas Oepoi terus melakukan pemantauan pertumbuhan balita dan penanganan masalah gizi sebagai upaya menekan risiko stunting di wilayah kerjanya yang mencakup empat kelurahan di Kota Kupang.
Kepala Puskesmas Oepoi, drg. Elfride Ruth, mengatakan penanganan balita dengan masalah gizi membutuhkan pendekatan berbeda sesuai kondisi masing-masing anak, terutama bagi balita yang mengalami kekurangan gizi, berat badan tidak naik, hingga gizi buruk.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai pada Senin, 19 Oktober 2026.
Menurut Elfride, balita yang mengalami gizi buruk membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan oleh dokter anak untuk menentukan intervensi yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan gizinya.
“Kalau stunting ataupun gizi buruk, penanganannya berbeda. Untuk kasus gizi buruk, biasanya membutuhkan penanganan lebih lanjut atau rekomendasi dokter anak untuk pemeriksaan dan pemberian makanan khusus sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Ia mengatakan, dalam upaya pemenuhan gizi balita, Puskesmas Oepoi pada tahun ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Kesehatan berupa produk pangan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak.
Pemberian dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan berat badan dan mendukung pertumbuhan tinggi badan anak, terutama bagi balita yang mengalami masalah gizi.
Namun, menurut Elfride, perbaikan status gizi tidak hanya bergantung pada pemberian makanan tambahan. Faktor lain, seperti ketersediaan air bersih dan lingkungan yang mendukung kesehatan anak, juga perlu diperhatikan.
“Pemenuhan gizi memang penting, tetapi tidak bisa berdiri sendiri. Ada faktor lain yang ikut mendukung pertumbuhan anak, termasuk ketersediaan air bersih,” ujarnya.
37 Posyandu Jadi Ujung Tombak Pemantauan Balita
Untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, Puskesmas Oepoi memiliki 37 Posyandu yang tersebar di empat kelurahan wilayah kerjanya.
Kegiatan Posyandu dilaksanakan secara rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Apabila jadwal bertepatan dengan hari libur atau hari Minggu, pelaksanaannya dapat dimajukan atau diundur agar pelayanan tetap berjalan.
Melalui kegiatan Posyandu, pertumbuhan balita dapat dipantau secara berkala, termasuk perkembangan berat badan dan tinggi badan yang menjadi bagian penting dalam mendeteksi masalah gizi sejak dini.
Pemantauan rutin tersebut juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan gizi, pola pemberian makan, serta langkah yang perlu dilakukan apabila pertumbuhan anak tidak sesuai harapan.
Distribusi MBG Belum Merata
Selain penanganan gizi melalui pelayanan kesehatan, Elfride juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari rekan-rekan di bidang gizi, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di empat kelurahan wilayah kerja Puskesmas Oepoi belum sepenuhnya merata.
Ia menyebutkan, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) telah menerima program tersebut secara menyeluruh. Sementara itu, di Kelurahan Oebufu, Kayu Putih, dan Liliba, distribusinya disebut masih menjangkau sebagian wilayah atau sasaran.
“Kalau informasi yang saya dapat dari teman-teman gizi, di empat kelurahan belum semuanya menerima. Untuk TDM sudah semuanya, sedangkan Oebufu, Kayu Putih, dan Liliba baru sebagian,” katanya.
Meski demikian, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada instansi pelaksana program untuk mengetahui cakupan penerima, jumlah sasaran yang telah terlayani, serta kendala distribusi di masing-masing kelurahan.
Elfride menambahkan, terkait pembayaran tunjangan kader Posyandu, dirinya belum dapat memberikan penjelasan terperinci karena hal tersebut menjadi kewenangan dinas terkait.
Upaya penanganan stunting dan masalah gizi pada balita memerlukan kerja sama berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah, hingga keluarga. Pemantauan pertumbuhan secara berkala, pemenuhan gizi yang sesuai, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.*
Stop Copas!!
Tidak ada komentar