WhatsApp Channel Banner

Wali Kota Kupang: Bangun Sekolah, Bangun Ruang Tumbuh Anak

waktu baca 4 menit
Selasa, 6 Okt 2026 02:37 0 12 Times NTT

Kota Kupang, Timesntt.com-Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai bagian penting dalam pembangunan manusia, meski pemerintah daerah masih dihadapkan pada keterbatasan dan efisiensi anggaran.

 

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat meresmikan gedung baru UPTD SD Inpres Oesapa, Senin (5/10/2026).

 

Bagi Christian, pembangunan dan pembenahan fasilitas sekolah tidak semata-mata berbicara tentang pembangunan fisik. Lebih jauh, keberadaan ruang belajar yang layak merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung anak-anak untuk belajar, bertumbuh, membangun karakter, sekaligus mempertahankan cita-cita mereka.

 

“Di tengah efisiensi ini, Pemerintah Kota Kupang terus berusaha memperbaiki lingkungan pendidikan kita. Terima kasih kepada ibu kepala sekolah, para guru dan seluruh tenaga pendidik yang telah mengelola anggaran dengan baik dan bersama-sama menjaga sekolah ini,” ujar Christian.

 

Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran sekolah, Pemerintah Kota Kupang, Dinas Pekerjaan Umum, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan pembenahan fasilitas UPTD SD Inpres Oesapa.

 

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar dan kurikulum. Lingkungan tempat anak-anak belajar juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perkembangan mereka.

 

Karena itu, sekolah harus menjadi ruang yang aman, sehat dan nyaman bagi peserta didik.

 

“Sekolah, khususnya sekolah dasar, adalah tempat anak-anak mengenal disiplin untuk pertama kali. Belajar bertanggung jawab, belajar bersahabat dengan yang lain, belajar menghargai orang lain. Di sinilah tempatnya,” tegasnya.

Baca Juga  Masa Aksi Puji Wali Kota Kupang 'Gercep' Sambut Pendemo

 

Christian juga mengajak seluruh warga sekolah menjaga fasilitas dan lingkungan pendidikan yang telah dibangun. Menurutnya, keberadaan gedung baru harus diikuti dengan kepedulian bersama agar tetap bersih, sehat dan aman.

 

“Kita tidak hanya sedang membangun ruang kelas. Kita sedang membangun ruang tumbuh bagi masa depan Kota Kupang,” katanya.

 

Pendidikan sebagai Investasi Manusia

 

Lebih jauh, Christian mengatakan pembangunan Kota Kupang tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan infrastruktur fisik. Jalan, gedung dan berbagai fasilitas publik memang penting, namun pembangunan manusia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.

 

“Kalau kita ingin membangun kota yang maju, kita tidak cukup hanya membangun infrastrukturnya. Kita harus membangun manusianya melalui pendidikan, kesehatan, karakter, dan kehidupan sosial yang baik,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menitipkan pesan kepada para guru agar pendidikan tidak berhenti pada transfer pengetahuan. Guru, kata dia, memiliki peran penting dalam menjaga semangat dan cita-cita anak-anak.

 

Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk meraih cita-citanya. Tantangannya adalah bagaimana menjaga agar cita-cita tersebut tidak hilang ketika mereka menghadapi berbagai persoalan dalam perjalanan hidup.

 

“Ini bukan tentang mimpi besar. It’s not about a big dream, it’s about how you keep that big dream when you grow old,” ungkapnya.

 

Menurut Christian, tugas pendidikan bukan hanya membantu anak-anak memiliki mimpi, tetapi juga memastikan mereka memiliki keyakinan dan ketahanan untuk mempertahankan mimpi tersebut hingga dewasa.

 

“Tugas kita bukan hanya membuat anak-anak bermimpi, tetapi menjaga agar mereka tidak kehilangan mimpi itu ketika mereka tumbuh dewasa,” pungkasnya.

 

Sekolah yang Bangkit dari Kerusakan

 

Sementara itu, Plt. Kepala UPTD SD Inpres Oesapa, Restiana Embong, S.Pd., Gr., dalam laporannya menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang sekolah dalam memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan.

Baca Juga  Pengurus Karang Taruna Kota Kupang Resmi Dilantik Langsung Deklarasi Peduli Sampah

 

Pada awal berdiri, UPTD SD Inpres Oesapa memiliki enam ruang kelas. Pada 2013, sekolah memperoleh tambahan lima ruang kelas, satu ruang guru dan satu ruang UKS. Kemudian pada 2017, kembali dibangun empat ruang kelas serta satu perpustakaan.

 

Namun, fasilitas sekolah tersebut tidak terlepas dari berbagai kerusakan akibat bencana dan kondisi bangunan.

 

Pada 2021, sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat badai Seroja. Setahun kemudian, pada 2022, Kementerian Pekerjaan Umum memberikan bantuan perbaikan atap dan plafon.

 

Kerusakan kembali terjadi pada 2025 ketika sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat. Pemerintah kemudian kembali memberikan dukungan untuk mengganti dan memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak.

 

Restiana menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang atas perhatian terhadap keberlangsungan serta peningkatan kualitas pendidikan di UPTD SD Inpres Oesapa.

 

Menurutnya, gedung baru tersebut diharapkan dapat menyediakan ruang belajar yang lebih memadai sekaligus mendukung proses belajar mengajar dan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

 

Peresmian gedung UPTD SD Inpres Oesapa turut dihadiri Pdt. Aksamina F.B. Banik-Selly, S.Th. dari GMIT Nasaret Oesapa Timur, perwakilan Kepala BPDAS Benain Noelmina Bayu Adrian Victorino, S.Hut., M.Si., perwakilan Satker Pelaksana Prasarana Strategis NTT Victor Aprianus Nalle, S.T., perwakilan Polda NTT IPTU Berto Apelabi, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang beserta jajaran, Manager Persemaian Fatukoa Antonius Malo Ki’I, S.P., Camat Kelapa Lima, Lurah Oesapa, serta Koordinator Pengawas.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Stop Copas!!