WhatsApp Channel Banner

Hari Kesaktian Pancasila, Melki Laka Lena Ajak Warga NTT Hidupkan Nilai Pancasila dengan Kepedulian

waktu baca 5 menit
Kamis, 1 Okt 2026 07:14 0 48 Times NTT

KUPANG,Timesntt.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak seluruh masyarakat dan aparatur pemerintah menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan pembangunan di NTT.

 

Menurut Melki, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, semangat gotong royong serta keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

Pesan tersebut disampaikan Melki saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026 di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kamis (1/10/2026) pagi.

 

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

 

Melki mengatakan, momentum 1 Oktober harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali melihat Pancasila sebagai dasar negara sekaligus kekuatan yang menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman.

 

Ia menilai semangat tersebut sangat relevan dengan kondisi NTT yang memiliki keragaman suku, agama, budaya dan latar belakang masyarakat.

 

“Pancasila ini kan adalah nilai dasar, fundamental, dan juga panduan hidup kita yang harus kita gunakan di berbagai bidang kehidupan,” kata Melki.

 

Dalam konteks NTT, Melki menekankan bahwa pengamalan Pancasila harus terlihat dalam tindakan nyata, terutama dalam menghadapi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

 

Ia menyebut korban gempa Flores, korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta masyarakat yang masih menghadapi kesulitan ekonomi sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian bersama.

 

“Melalui Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026 ini, harus kita maknai juga sebagai suatu tantangan terhadap kondisi saat ini buat kita di Indonesia, khususnya di NTT, di mana kita diharapkan untuk selalu berbagi rasa, peduli kepada sesama yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

 

Melki mengatakan, pemerintah bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma dan seluruh jajaran akan terus memberikan perhatian terhadap persoalan-persoalan tersebut.

 

Menurutnya, kepedulian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk konkret pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga  Genjot PAD, Kadis PUPR NTT punya Gagasan Baru yakni Utilitas Publik

Dasa Cita Melki-Johni dan Nilai Pancasila

Melki juga mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan berbagai program pembangunan yang dirangkum dalam Dasa Cita Melki-Johni.

 

Ia mengatakan, setiap program pembangunan tidak berdiri sendiri, tetapi diarahkan untuk menerjemahkan nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila.

 

“Kalau kita melihat semua program Melki-Johni melalui Dasa Cita, semuanya merupakan bagian dari keseluruhan sila Pancasila, mulai dari sila pertama sampai sila kelima. Semua itu harus kita lihat sebagai satu kesatuan dalam membangun Nusa Tenggara Timur,” katanya.

 

Karena itu, kata Melki, Pancasila tidak boleh berhenti pada pemahaman konseptual. Nilai-nilainya harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia secara khusus menekankan sila kelima, yakni “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

“Pada akhirnya, seluruh ikhtiar pembangunan itu bermuara pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya bagi rakyat Nusa Tenggara Timur,” tegasnya.

 

Melki berharap seluruh aparatur pemerintahan juga menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

Ia mengajak masyarakat membangun kepedulian mulai dari lingkungan terdekat.

 

“Teruslah saling berbagi, saling peduli, saling memperhatikan sekitar kita agar melalui Hari Kesaktian Pancasila ini, kita hidupkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Khidmat Mengenang Perjuangan Bangsa

Upacara berlangsung khidmat sejak awal hingga akhir. Salah satu rangkaian penting adalah Mengheningkan Cipta yang dipimpin Gubernur Melki selaku Inspektur Upacara.

 

Seluruh peserta berdiri dalam suasana hening untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan, persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara.

Pembacaan Pancasila tersebut menjadi bagian dari peneguhan kembali komitmen untuk menjadikan lima sila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

Selanjutnya, Kepala Kepolisian Daerah NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

 

Pembacaan tersebut mengingatkan kembali cita-cita bangsa sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, termasuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Baca Juga  GMIT Imanuel Oepura dapat Hibah Sumur Bor dari Pemkot Kupang

 

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni membacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila.

 

Emilia mengatakan, peringatan 1 Oktober menjadi pengingat bahwa Pancasila tetap menjadi dasar dan ideologi bangsa dalam menjalani kehidupan bernegara.

 

“Kita bersyukur bahwa hari ini kita bisa melewati lagi, ya. 1 Oktober ini membuktikan bahwa Pancasila itu tetap ada bersama-sama kita,” katanya.

 

Ia berharap Pancasila terus menjadi kekuatan dan pedoman masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.

 

“Kita berharap bahwa Pancasila tetap akan menjadi kekuatan kita, dasar kita, ideologi kita. Dia akan terus menjadi bintang penuntun kita,” ujar Emilia.

 

Emilia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman bersama dalam mencapai cita-cita bangsa.

 

“Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat, tidak usah kita berpikir yang macam-macam. Mari kita lihat Pancasila sebagai dasar kita untuk kita terus berjalan ke depan menggapai cita-cita luhur bangsa,” ajaknya.

Dihadiri Unsur Forkopimda dan Berbagai Elemen

Upacara Hari Kesaktian Pancasila tingkat Provinsi NTT tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Provinsi NTT, pimpinan perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, dunia usaha, perguruan tinggi, ASN, personel TNI-Polri serta perwakilan pelajar.

 

Hadir pula Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Roch Adi Wibowo, Komandan Lanud El Tari Kupang Marsma TNI Somad, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut Laksda TNI Joni Sudianto serta Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono.

 

Kehadiran unsur Forkopimda dan berbagai elemen tersebut memperlihatkan keterlibatan lintas lembaga dalam memperkuat persatuan dan kebersamaan di NTT.

 

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 akhirnya tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah bangsa, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai Pancasila perlu hadir dalam tindakan sehari-hari.

 

Bagi NTT, pesan itu diterjemahkan melalui semangat gotong royong, kepedulian sosial, pelayanan publik dan pembangunan yang diarahkan untuk memberikan manfaat serta memperluas keadilan bagi masyarakat.*

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Stop Copas!!