IMM Gelar Diskusi Publik/foto:ist Kupang, Timesntt.com- Arah pembangunan Kota Kupang menjadi perhatian Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur (DPD IMM NTT). Organisasi mahasiswa tersebut menggelar diskusi publik untuk membahas capaian pemerintahan sekaligus mengidentifikasi berbagai agenda yang masih perlu diperkuat ke depan.
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah elemen, mulai dari anggota DPRD Provinsi NTT Junaidin Mahasan, anggota DPRD Kota Kupang Ahmad Thalib, akademisi dan pakar politik Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, sejumlah kepala perangkat daerah Pemerintah Kota Kupang, hingga jajaran DPD IMM NTT dan IMM Cabang Kota Kupang.
Ketua DPD IMM NTT, Cakti Flobamorrinci A. Kirie, mengatakan forum tersebut lahir dari keinginan IMM untuk membuka ruang dialog publik mengenai perkembangan pembangunan Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Menurut Cakti, sejumlah perkembangan yang terjadi di Kota Kupang perlu diketahui dan dikaji secara terbuka. Bagi IMM, capaian pemerintah dapat menjadi bahan pembelajaran, tetapi tetap harus disertai evaluasi dan pembahasan mengenai tantangan pembangunan berikutnya.
“Kami ingin masyarakat di dalam maupun di luar Kota Kupang mengetahui bahwa Kota Kupang telah menunjukkan berbagai kemajuan. Hal-hal baik yang sudah dilakukan tentu patut diapresiasi dan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain serta pemimpin-pemimpin masa depan,” ujar Cakti.
Namun, ia menegaskan bahwa diskusi tersebut tidak dimaksudkan hanya sebagai forum apresiasi terhadap pemerintah.
IMM, kata dia, tetap menempatkan sikap kritis dan konstruktif sebagai bagian penting dari peran organisasi mahasiswa. Karena itu, forum tersebut juga menjadi ruang untuk membicarakan persoalan yang masih dihadapi Kota Kupang sekaligus mencari gagasan dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.
“Kami tidak ingin diskusi ini berhenti pada apresiasi. Kami juga ingin mengetahui arah pembangunan Kota Kupang ke depan, apa saja yang masih menjadi tantangan, dan langkah konkret apa yang dapat dilakukan secara bersama-sama,” katanya.
IMM Dorong Ruang Partisipasi Publik
Cakti menilai pembangunan Kota Kupang tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, pemuda, dunia usaha dan berbagai kelompok masyarakat lainnya diperlukan agar pembangunan berjalan secara lebih partisipatif.
Karena itu, DPD IMM NTT menyatakan kesiapannya untuk menjadi bagian dari ruang kolaborasi tersebut.
Cakti berharap hubungan antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi ruang dialog yang mampu melahirkan gagasan serta rekomendasi bagi kebijakan publik.
“Kami berharap Pemerintah Kota Kupang terus hadir dan membersamai civil society dalam berbagai ruang dialog, diskusi, dan forum transformasi. IMM siap memberikan gagasan, kritik, rekomendasi, maupun kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Kupang,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menilai mahasiswa dan generasi muda memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, generasi muda tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi Kota Kupang.
Pandangan tersebut memperkuat pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses pembangunan kota, termasuk melalui forum-forum dialog antara pemerintah, mahasiswa dan masyarakat sipil.
Diikuti 167 Peserta
Diskusi publik yang digelar DPD IMM NTT tersebut diikuti 167 peserta. Peserta berasal dari berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap isu pembangunan dan masa depan Kota Kupang.
Cakti mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pembiayaan yang bersumber dari swadaya internal pengurus DPD IMM NTT.
Menurutnya, kemandirian pembiayaan menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk tetap menghadirkan ruang intelektual dan dialog publik.
“Kami bersyukur seluruh kebutuhan kegiatan ini dapat dipenuhi melalui swadaya internal pengurus DPD IMM NTT. Ini merupakan bentuk komitmen dan kemandirian organisasi dalam menghadirkan ruang intelektual serta kontribusi konstruktif bagi pembangunan daerah,” jelasnya.
Apresiasi Harus Diikuti Evaluasi
Cakti juga mengingatkan agar berbagai capaian dan penghargaan yang diperoleh Pemerintah Kota Kupang tidak membuat pemerintah berhenti melakukan pembenahan.
Menurutnya, capaian tersebut justru dapat menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.
“Kami berharap Bapak Wali Kota tidak pernah merasa cukup dengan berbagai prestasi dan apresiasi yang telah diraih. Justru capaian tersebut harus menjadi energi baru untuk bekerja lebih keras dan menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi seluruh masyarakat Kota Kupang,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Kupang tetap menjaga konsistensi pembangunan sekaligus membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas.
Bagi IMM, pembangunan Kota Kupang merupakan kerja kolektif. Pemerintah memiliki peran strategis, tetapi keberhasilan pembangunan juga membutuhkan kontribusi masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, pemuda, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, pemuda, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat harus berada dalam satu ekosistem kolaborasi. IMM ingin menjadi bagian dari ekosistem itu,” pungkas Cakti.*
Stop Copas!!
Tidak ada komentar