WhatsApp Channel Banner

Dirut Bank NTT Soroti Dua Sektor Strategis Penggerak Ekonomi NTT: Perdagangan dan Pariwisata

waktu baca 3 menit
Kamis, 1 Okt 2026 02:20 0 13 Times NTT

Kupang,Timesntt.com- Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus menilai Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki peluang besar untuk memperkuat perekonomian daerah melalui dua sektor strategis, yakni perdagangan internasional dan pariwisata.

 

Menurut Charlie, letak geografis NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia menjadi modal penting untuk mengembangkan aktivitas perdagangan lintas negara.

 

Hal itu disampaikan Charlie Paulus saat ditemui seusai mengikuti Coffee Morning with Gubernur NTT to Rapimprov VIII Kadin NTT Serentak se-Indonesia Tahun 2026 yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTT di Harper Hotel Kupang, Kamis (24/9/2026).

 

Charlie mengingatkan, peluang perdagangan dengan negara tetangga harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan NTT dalam menjual produk lokal. Ia tidak ingin NTT hanya menjadi pasar bagi produk dari luar daerah maupun luar negeri.

 

«“Kalau kita mau menggiatkan perekonomian antara negara-negara tetangga ini, tolong diperhatikan jangan sampai kita hanya menjadi pasar. Kalau bisa, kita harus yang lebih banyak menjual,” kata Charlie.»

Baca Juga  Surat Edaran Pemkab Sumba Timur Tutup  Akses Masuk  Hewan, Sejumlah Pedagang Babi Kecewa

 

Ia mengatakan, peningkatan perdagangan lintas negara perlu dibarengi dengan penguatan produk unggulan daerah sehingga NTT mampu meningkatkan ekspor.

 

Menurutnya, kondisi tersebut penting agar aktivitas perdagangan memberikan kontribusi positif terhadap neraca perdagangan daerah.

 

«“Kalau kita hanya menjadi pasar, berarti neraca perdagangan kita akan defisit. Yang kita mau adalah neraca perdagangan kita itu positif,” ujarnya.»

 

Pariwisata Jadi Lokomotif Ekonomi

 

Selain perdagangan internasional, Charlie melihat sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi NTT.

 

Ia menyebut NTT memiliki kekayaan destinasi wisata yang menjadi keunggulan daerah, mulai dari Taman Nasional Komodo hingga berbagai destinasi pantai yang tersebar di sejumlah wilayah.

 

«“Potensi pariwisata NTT itu unik, tidak ada di tempat lain, Komodo dan sebagainya, dan pantai-pantainya bagus. Jadi menurut saya, pilihan untuk menjadikan satu lokomotif ekonomi NTT itu pariwisata itu bagus,” katanya.»

 

Charlie menjelaskan, pertumbuhan pariwisata tidak hanya berdampak pada sektor akomodasi dan perjalanan wisata. Perkembangan sektor tersebut juga akan mendorong tumbuhnya berbagai industri pendukung.

Baca Juga  Givans Cup IV Ajang Lahirnya Talenta Baru

 

Di antaranya kuliner, kerajinan tangan, hingga produk oleh-oleh khas daerah.

 

Sebagian besar usaha di sektor pendukung tersebut, kata Charlie, dijalankan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

Karena itu, Bank NTT melihat peluang untuk mengambil bagian dalam mendorong pertumbuhan UMKM melalui dukungan pembiayaan maupun pendampingan.

 

«“Kami punya program KUR yang kami lagi galakkan. Kita ingin sekali membantu UMKM di daerah-daerah itu untuk bisa maju,” ujarnya.»

 

Menurut Charlie, penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam membangun rantai ekonomi pariwisata. Dengan demikian, peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha besar, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

 

Dukungan pembiayaan bagi UMKM, lanjutnya, diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar yang tumbuh seiring berkembangnya sektor pariwisata.

 

Dengan posisi geografis yang strategis dan kekayaan destinasi wisata yang dimiliki, NTT memiliki ruang untuk memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan perdagangan lintas negara sekaligus industri pariwisata yang terhubung dengan UMKM lokal.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Stop Copas!!