WhatsApp Channel Banner

HUT ke-104 Kefamenanu, Bank NTT Luncurkan KKI untuk Transaksi Keuangan Pemkab TTU

waktu baca 3 menit
Kamis, 1 Okt 2026 02:23 0 13 Times NTT

KEFAMENANU, Timesntt.com— Bank NTT Cabang Kefamenanu meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk mendukung pengelolaan transaksi keuangan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, agar lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

 

Peluncuran KKI tersebut dilakukan Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-104 Kota Kefamenanu, Selasa (22/9/2026). Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong.

 

Kepala Bank NTT Cabang Kefamenanu, Jorsalino Reynaldi Seran, mengatakan penerapan KKI pada tahap awal dilakukan di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten TTU.

 

Menurut Jorsalino, sebelumnya KKI direncanakan diterapkan pada tiga instansi. Namun, karena merupakan tahap awal penerapan, penggunaan KKI perdana diarahkan kepada satu instansi pemerintah daerah, yakni BKAD.

 

“Awalnya untuk tiga instansi, tapi ini perdana sehingga sesuai instruksi Kepala BKAD kita terapkan untuk satu instansi pemerintah daerah, yaitu BKAD,” kata Jorsalino di Kefamenanu, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga  Waikabubak Night Run 2026, Lari Malam Pertama di Pulau Sumba Dorong Sport Tourism

 

Ia menjelaskan, KKI memungkinkan perangkat daerah melakukan berbagai transaksi belanja secara non-tunai. Sistem tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional perkantoran, seperti alat tulis kantor (ATK), kertas, printer, listrik hingga air.

 

Dengan sistem tersebut, transaksi pemerintah daerah dapat dilakukan secara lebih praktis sekaligus memudahkan proses pengawasan.

 

“Transaksinya lebih mudah, kontrolnya lebih gampang, dan terutama dari sisi pertanggungjawaban karena dia langsung debet ke rekening giro yang ada di masing-masing dinas,” jelasnya.

 

Jorsalino menambahkan, setiap transaksi yang dilakukan menggunakan KKI akan tercatat dalam rekening koran. Catatan transaksi tersebut dapat menjadi bagian dari proses pengawasan sekaligus memudahkan pemerintah daerah dalam melakukan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

 

Penerapan KKI juga diharapkan dapat memperkecil potensi kebocoran dalam transaksi keuangan pemerintah daerah.

 

“Intinya laporan pertanggungjawaban keuangan dan juga mencegah kebocoran. Memang dari awal kita launching ini untuk Pemerintah Kabupaten TTU melalui Bank NTT,” katanya.

Baca Juga  Gubernur Melki Laka Lena Serahkan Izin Operasional SMA Katolik St. Agustinus Tana Mali, Dorong Lahirnya Generasi Berkarakter

 

Bank NTT Cabang Kefamenanu selanjutnya menargetkan perluasan penggunaan KKI pada sejumlah perangkat daerah lainnya pada 2027.

 

Beberapa perangkat daerah yang diproyeksikan ikut menerapkan KKI antara lain Bagian Umum, Sekretariat DPRD TTU, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.

 

“Tahun depan sudah bisa diikuti oleh dinas-dinas besar yang lain, di mana mereka akan melihat KKI berjalan baik dan efektif dan ikut,” ujar Jorsalino.

 

Sementara itu, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo mengatakan penerapan KKI di lingkungan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat tata kelola keuangan daerah.

 

Menurutnya, penggunaan sistem transaksi non-tunai tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan keuangan pemerintah daerah agar semakin tertib, efektif, transparan, dan akuntabel.

 

Peluncuran KKI ini sekaligus menandai langkah awal perluasan transaksi non-tunai dalam pengelolaan belanja Pemerintah Kabupaten TTU melalui dukungan layanan Bank NTT.*

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Stop Copas!!