WhatsApp Channel Banner

Bank NTT Salurkan Beasiswa Rp50 Juta untuk 20 Mahasiswa Unika Ruteng Terdampak Gempa Flores

waktu baca 3 menit
Kamis, 1 Okt 2026 02:09 0 16 Times NTT

Ruteng, Timesntt.com- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 lalu terus menggerakkan berbagai pihak untuk membantu masyarakat terdampak.

 

Salah satunya PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) yang menyalurkan bantuan pendidikan kepada 20 mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (Unika) St. Paulus Ruteng yang terdampak langsung bencana tersebut.

 

Bantuan diserahkan langsung Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, didampingi Pimpinan Cabang Bank NTT Ruteng, Romi Radjalangu, kepada perwakilan mahasiswa di Aula Hotel Spring Hill Ruteng, Senin (21/9/2026) siang.

 

Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan Ketua Yayasan Unika St. Paulus Ruteng, RD. Ledobaldus Roling Mujur.

 

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bank NTT untuk meringankan beban mahasiswa yang terdampak langsung gempa sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.

 

Menurut Charlie, gempa yang melanda Flores menimbulkan penderitaan bagi masyarakat, termasuk mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng.

 

“Di tengah situasi sulit ini, kami memberikan beasiswa untuk 20 orang mahasiswa dengan nominal Rp2,5 juta per orang. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka,” ujar Charlie.

Baca Juga  KUR Bank NTT Disalurkan, Dirut Charlie Sistem Laporan Sementara Disiapkan

 

Dengan bantuan tersebut, total dana yang disalurkan Bank NTT kepada 20 mahasiswa mencapai Rp50 juta.

 

Charlie menjelaskan, proses penentuan mahasiswa penerima bantuan sepenuhnya diserahkan kepada pihak kampus. Setelah Unika Ruteng menyerahkan daftar nama penerima, Bank NTT akan membuka rekening dan menyalurkan bantuan ke rekening masing-masing mahasiswa.

 

“Jadi pemilihan mahasiswanya kami tidak ikut campur. Itu artinya kami serahkan kepada pihak Unika Ruteng,” katanya.

 

Selain mahasiswa, Bank NTT juga membuka peluang untuk memberikan bantuan kepada dosen yang menjadi korban terdampak langsung gempa.

 

“Tentunya akan menjadi bahan pertimbangan kami. Kebetulan kami juga punya dana untuk membantu korban. Misalnya dosen-dosen itu terkena dampak, bisa saja didaftarkan. Karena Bank NTT punya dompet sosial meskipun tidak banyak,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan Unika St. Paulus Ruteng, RD. Ledobaldus Roling Mujur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank NTT atas kepedulian yang diberikan kepada mahasiswa terdampak bencana.

 

“Kami ucapkan terima kasih kepada pihak Bank NTT karena telah membantu kami dalam situasi kampus Unika Ruteng yang mengalami dampak besar akibat gempa ini,” ungkapnya.

 

RD. Ledobaldus juga membeberkan kondisi kerusakan yang dialami keluarga mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng akibat gempa.

Baca Juga  Bank NTT Labuan Bajo Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores

 

Berdasarkan data yang dihimpun pihak kampus, sebanyak 89 rumah keluarga mahasiswa mengalami rusak total atau roboh, sementara 487 rumah mengalami rusak berat. Sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

 

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 1.200 rumah mahasiswa yang terdampak gempa.

 

Bahkan, dari 20 mahasiswa yang menerima bantuan Bank NTT, lima di antaranya kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka roboh akibat gempa.

 

“Dari 20 mahasiswa yang diberikan itu, pihak kami akan memberikan langsung kepada mahasiswa yang rumahnya roboh total,” kata RD. Ledobaldus.

 

Ia mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas di tengah kondisi sulit yang sedang dihadapi mahasiswa dan keluarga mereka.

 

“Di tengah luka dan masa sulit ini, kita tetap saling bergandengan tangan. Kami sangat menyambut baik kepedulian Bank NTT yang membawa berkat bagi Unika Ruteng,” ujarnya.

 

Selain menerima bantuan dari pihak eksternal, pihak rektorat Unika St. Paulus Ruteng juga telah mengambil kebijakan khusus untuk membantu mahasiswa terdampak.

 

Kebijakan tersebut berupa pemotongan uang kuliah bagi mahasiswa yang terdampak gempa, dengan tujuan meringankan beban finansial keluarga mahasiswa selama proses pemulihan pascabencana.*

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Stop Copas!!