WhatsApp Channel Banner

Cegah Masalah Kesehatan dari Lingkungan Kotor, Lasiana Dorong Warga Kelola Sampah dari Rumah

waktu baca 3 menit
Minggu, 11 Okt 2026 08:35 0 9 Times NTT

Kupang, Timesntt.com- Upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat perlu dimulai dari rumah tangga. Pemerintah Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi sampah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan.

Lurah Lasiana, F. L. Keluli, S.Sos., M.AP., mengatakan pihaknya telah membangun kemitraan dengan Bank Sampah Induk Mutiara Timor di Maulafa untuk mendukung kegiatan penimbangan dan pengelolaan sampah warga.

Dalam wawancara pada Kamis, 7 Oktober 2026, Keluli mengungkapkan bahwa bank sampah tersebut telah melakukan dua kali penimbangan dalam kurun waktu dua pekan dengan jumlah sampah yang diperkirakan lebih dari 500 kilogram.

Nilai ekonomi dari sampah yang terkumpul dalam periode tersebut diperkirakan hampir mencapai Rp1 juta.

“Kurang lebih setengah ton lebih, dengan jumlah uang hampir mendekati Rp1 juta. Itu dua kali penimbangan,” jelasnya.

Baca Juga  Program Bedah Rumah MBR Kota Kupang: Keterbatasan Anggaran, Namun Tetap Jadi Harapan Baru bagi Warga

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat berpotensi memberikan manfaat ganda, yakni membantu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi warga.

Sebelumnya, peluncuran Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Kupang dan Universitas Nusa Cendana. Unit ini menjadi mitra ke-39 Bank Sampah Induk Mutiara Timor dan diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

Dari sisi kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menimbulkan persoalan, mulai dari bau tidak sedap hingga munculnya tempat perkembangbiakan lalat dan nyamuk. Kondisi lingkungan yang kotor juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit tertentu, terutama ketika sampah menumpuk dan bercampur dengan genangan air.

Karena itu, pemilahan sampah perlu dibarengi dengan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, menjaga saluran air tetap bersih, serta memastikan wadah penampungan tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Baca Juga  Christian Widodo Komit Masalah Sampah di Kota Kupang Bisa Diselesaikan, Begini Alasannya

Pemerintah dan masyarakat juga perlu memastikan sampah yang dapat didaur ulang dipisahkan dari sampah organik dan residu. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan ke bank sampah, sedangkan sampah lainnya perlu ditangani sesuai jenis dan ketentuan pengelolaannya.

Pengalaman pengelolaan sampah di Kelurahan Penfui, Kota Kupang, juga memperlihatkan adanya dorongan kepada warga untuk memilah sampah dari rumah dan bekerja sama dengan Bank Sampah Mutiara Timor. Langkah tersebut menjadi contoh bahwa perubahan perilaku masyarakat dapat dimulai dari tingkat kelurahan.

Ke depan, keberhasilan program di Lasiana membutuhkan partisipasi aktif masyarakat secara berkelanjutan. Warga diharapkan tidak hanya mengumpulkan sampah ketika jadwal penimbangan tiba, tetapi juga membangun kebiasaan menjaga kebersihan setiap hari.

Dengan demikian, bank sampah dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kesehatan lingkungan, mengurangi sampah yang tidak terkelola, dan membangun kawasan permukiman yang lebih bersih serta nyaman bagi masyarakat Lasiana.*

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Stop Copas!!