Kupang, Timesntt.com-Pemerintah Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, memperkuat upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan melibatkan masyarakat, sekolah, serta fasilitas pelayanan kesehatan.
Lurah Penfui, Fransisco Dugis, mengatakan pencegahan DBD dilakukan melalui kegiatan kebersihan lingkungan dan pemberantasan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Kami selalu mengimbau dan sudah sering bekerja sama dengan sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA, bahkan dengan kantor-kantor,” kata Fransisco, Kamis 24/09.
Ia mengatakan beberapa pekan terakhir pihaknya juga melakukan kegiatan pembersihan lingkungan di sejumlah lokasi, termasuk sepanjang Jalan Adisucipto dan Jalan Taebenu.
Pembersihan terutama dilakukan pada titik-titik yang terindikasi memiliki volume sampah cukup banyak.
Selain kegiatan kebersihan, Pemerintah Kelurahan Penfui juga menggandeng Puskesmas untuk menyediakan bubuk abate bagi masyarakat.
Fransisco mengatakan warga yang membutuhkan abate dapat memperolehnya melalui Puskesmas dengan membawa KTP.
“Apabila warga membutuhkan abate, silakan ke Puskesmas dengan membawa KTP. Di situ dicatat supaya jangan sampai disalahgunakan oleh warga atau oknum,” ujarnya.
Menurut Fransisco, pemberantasan sarang nyamuk tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Karena itu, pemerintah kelurahan terus mendorong warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
Upaya tersebut juga dilakukan bersamaan dengan program kebersihan lingkungan yang melibatkan RT dan RW di Kelurahan Penfui.
Fransisco berharap keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dapat semakin meningkat sehingga lingkungan Kelurahan Penfui tetap bersih sekaligus membantu menekan risiko penyebaran DBD.

Tinggalkan Balasan