Pembukaan even budaya Kelurahan Lasiana/foto:Timesntt.com Kupang, Timesntt.com- Gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, mulai menunjukkan hasil. Dalam dua pekan pelaksanaan, Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort telah melakukan dua kali penimbangan dengan total sampah yang terkumpul diperkirakan mencapai lebih dari setengah ton.
Dari hasil penimbangan tersebut, nilai ekonomi sampah yang terkumpul diperkirakan mendekati Rp1 juta. Capaian awal ini menjadi salah satu indikator bahwa sampah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Lurah Lasiana, F. L. Keluli, S.Sos., M.AP., menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai pada Kamis 07 Oktober 2026.
“Sudah penimbangan dua minggu ini, kurang lebih mau 500 kilogram, setengah ton lebih, dengan jumlah uang hampir mendekati Rp1 juta. Itu dari dua kali penimbangan,” ungkap Keluli, Kamis 07 Oktober.
Menurutnya, pengembangan bank sampah dilakukan melalui kemitraan dengan Bank Sampah Induk Mutiara Timor yang berlokasi di Maulafa, Kota Kupang. Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort tercatat sebagai mitra ke-39 dalam jaringan tersebut.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar mulai memilah sampah sejak dari rumah, terutama sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dan dapat didaur ulang.
Sebelumnya, Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Pemerintah Kota Kupang meluncurkan Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort pada September 2026. Unit tersebut dibentuk untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendukung kebersihan lingkungan dan kawasan wisata Pantai Lasiana.
Keberadaan bank sampah diharapkan dapat mendorong perubahan kebiasaan warga, dari sekadar membuang sampah menjadi memilah, mengumpulkan, dan menyalurkannya melalui sistem pengelolaan yang lebih teratur.
Selain memberikan nilai ekonomi, pengelolaan sampah yang baik juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kebersihan lingkungan permukiman. Sampah yang tidak dikelola dengan benar berpotensi menimbulkan pencemaran serta menciptakan kondisi yang mendukung berkembangnya vektor penyakit.
Karena itu, keterlibatan warga menjadi faktor penting agar program bank sampah tidak hanya berjalan pada tahap awal, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama.
Keluli berharap kemitraan yang telah dibangun dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak warga Lasiana terlibat dalam pemilahan dan pengelolaan sampah.
Dengan capaian awal lebih dari setengah ton dalam dua pekan, Bank Sampah Unit Lasiana Eco Resort diharapkan menjadi penggerak ekonomi sirkular sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat di Kota Kupang.*
Stop Copas!!
Tidak ada komentar