WhatsApp Channel Banner

Distribusi Bantuan Ke Pulau Sukun, Polri Pakai Perahu Motor Nelayan

waktu baca 2 menit
Selasa, 1 Sep 2026 03:45 0 38 Times NTT

Kupang, Timesntt.com– Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores terus menjangkau wilayah kepulauan.

Senin, 31 Agustus 2026, Direktorat Polairud Polda NTT menggunakan KP. Pulau Sukur 3007 untuk mengantarkan 146 paket sembako kepada warga terdampak gempa di Pulau Sukun, Kabupaten Sikka.

Kapal bertolak dari Dermaga Wuring, Maumere, sekitar pukul 05.00 WITA dan tiba di perairan Pulau Sukun sekitar pukul 08.30 WITA.

 

Karena lokasi permukiman tidak dapat dijangkau langsung dari kapal, personel Ditpolairud Polda NTT bersama Polres Sikka dan warga setempat menggunakan perahu motor nelayan untuk mengangkut bantuan ke daratan.

 

Baca Juga  Rendang Minang Obati Rasa Lapar Korban Gempa Flores, Gubernur Melki Sampaikan Terima Kasih

Bantuan kemudian diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Sukun, Ismail Irianto untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat terdampak gempa.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan, penyaluran bantuan ke wilayah kepulauan merupakan bentuk komitmen Polri memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan perhatian.

“Polri terus berupaya memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan akses tersendiri,” ujar Henry.

 

Anak-Anak Dapat Trauma Healing

 

Selain bantuan sembako, personel Polri juga menggelar **trauma healing** bagi anak-anak usia dini dan usia sekolah di Pulau Sukun.

Baca Juga  Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, NTT Siapkan 72 Gerai Operasional

 

Kegiatan tersebut diisi dengan aktivitas yang menghibur dan memberikan pendampingan kepada anak-anak setelah menghadapi situasi bencana.

 

Henry menegaskan, kehadiran Polri di Pulau Sukun bukan hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat.

 

“Yang terpenting adalah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam situasi bencana, setiap paket bantuan memiliki arti bagi warga yang sedang berusaha bangkit,” katanya.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, KP. Pulau Sukur 3007 kembali ke Maumere.

Bantuan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan akses wilayah kepulauan bukan alasan untuk menghentikan upaya membantu masyarakat terdampak gempa.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Stop Copas!!