WhatsApp Channel Banner

Gubernur Melki Resmikan Gereja St. Mikhael Bitefa, Titip Pesan Jadi Mercusuar Kehidupan Umat

waktu baca 4 menit
Selasa, 22 Sep 2026 00:15 0 67 Times NTT

Kefamenanu, Timesntt.com- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri sekaligus mengikuti Misa Pentahbisan Gereja Santo Mikhael Bitefa, Paroki Tunbaba, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Senin (21/9/2026) malam.

Misa pentahbisan tersebut menjadi semakin istimewa karena dirangkaikan dengan perayaan syukur 19 tahun tahbisan episkopat Uskup Atambua, Yang Mulia Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan kontribusi dalam proses pembangunan Gereja St. Mikhael Bitefa hingga akhirnya dapat ditahbiskan.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan kontribusi nyata dalam mendorong proses pembangunan Gereja St. Mikhael Bitefa hingga tiba pada saat pentahbisan hari ini,” ujar Melki.

Menurut Melki, perayaan pentahbisan gereja tersebut menjadi momentum penuh sukacita dan berkat bagi umat, terlebih karena bertepatan dengan peringatan 19 tahun tahbisan episkopat Mgr. Dominikus Saku.

Ia menyebut momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi seluruh umat untuk mengungkapkan rasa syukur atas pengabdian dan pelayanan Mgr. Dominikus Saku selama 19 tahun dalam menggembalakan umat di wilayah Keuskupan Atambua.

Gereja Dibangun dengan Iman

Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengutip ungkapan Latin, “Non Lapidibus Tantum, Sed Fide Aedificatur Ecclesia”, yang berarti gereja tidak dibangun hanya dengan batu, tetapi dengan iman.

Menurutnya, setiap batu yang tersusun dalam bangunan Gereja St. Mikhael Bitefa menyimpan cerita tentang doa, pengorbanan, keringat, air mata, kemurahan hati, iman, dan harapan umat kepada Tuhan.

Baca Juga  Bertugas jadi Waketum DPP, Melki Laka Lena Serahkan SK B1 KWK untuk Cakada Tingkat II se - Indonesia 

“Karena itu, ketika kita memandang gereja ini, jangan hanya melihat kemegahan bangunannya. Lihatlah di balik batu-batunya terdapat wajah orang-orang yang telah berjuang. Ingatlah tangan-tangan yang pernah bekerja dan kenanglah mereka yang telah memberikan apa yang mereka miliki,” katanya.

Melki berharap Gereja St. Mikhael Bitefa tidak hanya menjadi tempat peribadatan dan pembinaan spiritual, tetapi juga dapat hadir sebagai mercusuar kehidupan masyarakat.

Ia mendorong gereja untuk mengambil peran dalam memperkuat keluarga dan pendidikan, termasuk mendukung Program Jam Belajar, penguatan kehidupan ekonomi masyarakat melalui One Village One Product (OVOP), pembentukan karakter, kerukunan, serta pembangunan masa depan generasi muda.

“Gereja St. Mikhael Bitefa diharapkan menjadi rumah iman yang hidup, rumah persaudaraan, rumah pelayanan, sekaligus mercusuar yang memberikan arah dan harapan bagi masyarakat,” tegasnya.

Bupati TTU: Buah Iman dan Gotong Royong

Sementara itu, Bupati TTU Falentinus Kebo dalam sekapur sirih mengatakan, pentahbisan dan peresmian Gereja St. Mikhael Bitefa bukan sekadar peresmian sebuah bangunan.

Menurutnya, gereja tersebut merupakan buah dari iman, pengorbanan, gotong royong, dan kesetiaan umat yang terus menjaga harapan meskipun proses pembangunannya sempat menghadapi berbagai tantangan hingga terhenti selama beberapa tahun.

Falentinus menegaskan, pembangunan kehidupan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran gereja, keluarga, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat juga sangat dibutuhkan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten TTU, kata dia, terus berupaya memberikan perhatian terhadap kehidupan umat dan rumah-rumah ibadah sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.

Ia juga mengajak umat St. Mikhael Bitefa menjadikan gereja yang telah berdiri sebagai awal perjalanan iman yang baru.

Baca Juga  Alasan DPD II Sumba Raya Kembali Dukung Melki Laka Lena Nahkodai Golkar NTT

“Rawatlah gereja ini, tetapi lebih dari itu, rawatlah persaudaraan yang telah membuat gereja ini berdiri. Jangan biarkan semangat gotong royong berhenti setelah pembangunan selesai,” pesannya.

Uskup Atambua Dorong Umat Semakin Aktif

Pada kesempatan yang sama, Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr. mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan Gereja St. Mikhael Bitefa.

Ia mengakui perjalanan pembangunan gereja tersebut tidak mudah dan sempat terhenti selama beberapa tahun.

Uskup Dominikus juga mengingatkan umat Stasi Bitefa untuk terus mempersiapkan diri dan membangun kehidupan meng gereja.

Seiring dengan pentahbisan gereja, administrasi Stasi Bitefa mulai ditata secara mandiri, termasuk pelayanan administrasi seperti surat permandian yang tidak lagi bergabung dengan paroki induk.

Ia juga mendorong umat untuk semakin aktif menghidupkan gereja. Menurutnya, keaktifan umat dalam kehidupan meng gereja menjadi bagian penting dalam membangun budaya iman yang semakin kuat.

“Terima kasih atas doa-doa umat Bitefa. Selamat berbahagia dan selamat berbakti dalam roh dan kebenaran,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan penandatanganan prasasti peresmian dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perayaan 19 tahun tahbisan episkopat Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten TTU, jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama Kabupaten TTU, pimpinan perangkat daerah terkait lingkup Pemprov NTT, Vikjen Keuskupan Atambua Pater Vinsen Wun, SVD, Romo Deken Kefamenanu, Pastor Paroki St. Andreas Tunbaba bersama para imam dan biarawan-biarawati, para donatur, panitia pembangunan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh umat St. Mikhael Bitefa.*

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Stop Copas!!