Kupang, Timesntt.com– Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Workshop Kurikulum Program Studi Agribisnis Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mendukung akreditasi LAM dan daya saing global, Jumat (17/7/2026), bertempat di Ruang Seminar Agribisnis Fakultas Pertanian Undana, Kupang.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Fakultas Pertanian, stakeholder eksternal, dosen Program Studi Agribisnis, Agroteknologi, dan Kehutanan, Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Undana (IKADANA), serta para alumni. Workshop menghadirkan narasumber kompeten di bidang kurikulum dan akreditasi pendidikan tinggi, Dr. Ir. Mais Ilsan, M.P. Dalam laporannya, Ketua Panitia, Maria Fransiska Darlen, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa workshop ini digagas sebagai bagian dari upaya program studi memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang terintegrasi dengan Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus sebagai langkah persiapan menghadapi proses akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Ia menekankan bahwa meskipun Program Studi Agribisnis telah berstatus unggul, program studi tetap perlu terus berbenah demi meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini.
Ketua Panitia menjelaskan, kegiatan ini secara khusus bertujuan meningkatkan pemahaman dosen mengenai kebijakan implementasi kurikulum OBE berbasis SDGs, memfasilitasi penyusunan dan review Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang mencakup Capaian Pembelajaran (CP), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, metode pembelajaran, asesmen, dan rubrik penilaian, serta penyusunan strategi pengumpulan dan pengelolaan data pendukung akreditasi LAMPTIP, termasuk Dokumen Kinerja, Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), Laporan Evaluasi Diri (LED), dan bukti pendukung lainnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian Undana yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum berbasis OBE dan SDGs sebagai langkah strategis menghadapi tuntutan akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat global. Dr. Tomycho Olviana, SP, MMA menegaskan kepada seluruh peserta bahwa membangun kurikulum berkualitas dimulai dari Integritas. Workshop kurikulum bukan sekadar menghasilkan dokumen akademik, tetapi juga wujud komitmen bersama membangun tata kelola perguruan tinggi yang profesional, transparan, akuntabel, dan bebas korupsi.
Selaras dengan itu, Siska Elvani, S.P., M.P. selaku Koordinator Program Studi Agribisnis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia dan seluruh peserta atas terselenggaranya workshop. Program Studi Agribisnis berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh hasil workshop secara nyata, khususnya dalam penyempurnaan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) serta penguatan pengelolaan data pendukung akreditasi LAMPTIP secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang masa akreditasi. Ia juga berkomitmen untuk memastikan Rencana Tindak Lanjut dan Berita Acara komitmen bersama yang telah disepakati benar-benar diimplementasikan oleh seluruh dosen, dengan tetap menjunjung tinggi semangat Zona Integritas dalam setiap proses penyusunan dan evaluasi kurikulum, profesional, transparan, dan akuntabel.
Sebagai narasumber, hadir Dr. Ir. Mais Ilsan, M.P., yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang kurikulum OBE serta akreditasi program studi. Rangkaian acara mencakup tiga sesi utama. Sesi I tentang kebijakan implementasi kurikulum OBE berbasis SDGs, Sesi II mengenai srategi penyusunan RPS berbasis OBE yang dilanjutkan dengan penyusunan dan review RPS bersama seluruh dosen program studi agribisnis, serta Sesi III mengenai strategi pengumpulan dan pengelolaan data pendukung akreditasi LAMPTIP. Kegiatan ditutup dengan diskusi penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan penandatanganan Berita Acara Komitmen Bersama Implementasi Kurikulum OBE.
Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Undana (IKADANA), Johny Ericson Ataupah, SP, MM yang juga Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (Bapenda) Provinsi NTT saat ini mengapresiasi terselenggaranya workshop penyusunan kurikulum berbasis OBE dan SDGs ini. Sebagai perwakilan alumni, ia merasa terhormat dapat dilibatkan dalam proses penting tersebut, karena kurikulum yang baik pada akhirnya akan menentukan kualitas dan kesiapan lulusan Program Studi Agribisnis ketika terjun ke dunia kerja maupun dunia usaha. Ia berharap agar penyusunan kurikulum tidak hanya berorientasi pada standar akademik dan tuntutan akreditasi, tetapi juga benar-benar mempertimbangkan dinamika kebutuhan industri, dunia usaha, dan tantangan riil yang dihadapi para alumni di lapangan, baik di sektor agribisnis, pertanian, maupun kewirausahaan. IKADANA siap menjadi jembatan antara program studi dengan dunia kerja, termasuk memberikan masukan berkelanjutan terkait kompetensi apa saja yang paling dibutuhkan saat ini. Ia menegaskan agar kurikulum berbasis OBE dan SDGs yang dihasilkan dari workshop ini dapat melahirkan lulusan Agribisnis Undana yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian dan perekonomian, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Kehadiran unsur pimpinan fakultas, stakeholder/mitra kerja sama, dosen lintas program studi, Ketua IKADANA, dan alumni dalam workshop ini mencerminkan sinergi yang dibangun Fakultas Pertanian Undana dalam menyiapkan kurikulum yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran, sekaligus memperkuat jejaring antara dunia akademik dengan dunia kerja dan pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.*

Tinggalkan Balasan