WhatsApp Channel Banner

Pemprov NTT Siapkan Dana Rp1,5 Miliar untuk Korban Gempa Flores

waktu baca 3 menit
Rabu, 19 Agu 2026 02:04 56 Times NTT

Kupang, Timesntt.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencairkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1,5 miliar untuk mendukung penanganan darurat pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Yohanes Taka Dosi, mengatakan anggaran tersebut diajukan kepada Badan Keuangan Provinsi NTT untuk membiayai kebutuhan penanganan darurat selama kurang lebih 14 hari.

 

“Jadi kita kemarin mengajukan ke Badan Keuangan Provinsi untuk menggunakan BTT sebesar Rp1,5 miliar untuk penanganan darurat. Lebih kurang dalam 14 hari ini,” kata Yohanes kepada sejumlah media di Kupang, Selasa 19 Agustus 2026.

 

Yohanes menjelaskan, anggaran Rp1,5 miliar tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional personel di lapangan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa.

 

Dia menegaskan, pencairan BTT Rp1,5 miliar bukan berarti anggaran tersebut menjadi batas maksimal penanganan bencana sepanjang tahun anggaran 2026.

Baca Juga  Sila Kelima Pancasila dari Pemkot Kupang Melalui Perdatin untuk 150 Orang Lansia

 

Penggunaan BTT, kata dia, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kedaruratan yang terjadi di lapangan.

 

“Ketika ada bencana, kita ajukan kebutuhan melalui mekanisme telaahan. Untuk kondisi yang darurat, dengan memperhatikan wilayah yang terdampak, daerah-daerah yang perlu dijangkau, lalu kebutuhan dasar hari itu yang bisa dialokasikan, kita mengajukan itu,” jelasnya.

 

Yohanes mengatakan pemerintah daerah masih dapat mengajukan tambahan anggaran apabila dana BTT Rp1,5 miliar tidak mencukupi kebutuhan penanganan darurat gempa Flores.

 

Menurutnya, pengajuan tambahan dilakukan melalui mekanisme yang berlaku dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi bencana dan kebutuhan masyarakat. “Kalau habis, bisa diajukan lagi,” jelasnya.

 

Dia menjelaskan besaran anggaran penanganan bencana tidak dapat ditentukan secara kaku sejak awal. Pemerintah harus melihat luas wilayah terdampak, daerah yang perlu dijangkau, hingga kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

 

Selain menggunakan anggaran pemerintah, Pemprov NTT juga membuka ruang bagi masyarakat dan pihak lain yang ingin membantu korban gempa Flores.

Baca Juga  Jemput Asa di Pulau Sumba, Tiga Hari tanpa Henti

 

Pemprov NTT secara resmi membuka rekening donasi melalui Badan Keuangan Provinsi di Bank NTT. Rekening tersebut telah disebarluaskan agar masyarakat maupun pihak lain dapat menyalurkan bantuan melalui jalur resmi pemerintah.

 

Yohanes mengatakan seluruh donasi yang masuk akan dikelola sesuai mekanisme dan ketentuan dalam penanggulangan bencana.

 

Pemprov NTT, lanjut Yohanes, akan terus menyesuaikan dukungan anggaran dengan perkembangan kondisi bencana serta arahan Gubernur NTT.

 

Dukungan tersebut mencakup anggaran pemerintah provinsi maupun bantuan dari pemerintah pusat untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

 

“Pemerintah provinsi akan senantiasa ketika kondisi seperti ini, maka alokasi anggarannya sesuai dengan arahan Bapak Gubernur. Baik itu oleh pemerintah provinsi, kemudian bantuan dari pusat, itu dipastikan bahwa itu ada untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, terkait mekanisme dan besaran BTT secara keseluruhan, Yohanes menyebut penjelasan teknis berada pada kewenangan Badan Keuangan Provinsi NTT, bukan BPBD.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin redaksi TIMES NTT.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA

    Stop Copas!!