KUPANG, Timesntt.com – Kejuaraan Lazarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) III Tahun 2026 tidak hanya melahirkan para juara di arena Shorinji Kempo, tetapi juga membuka peluang pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat Pulau Semau, Kabupaten Kupang.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, saat menutup rangkaian kejuaraan LLMC Cup III di Sport City Semau, Jumat (6/11/2026).
Julie menilai, penyelenggaraan kejuaraan olahraga antardojo se-NTT tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga.
Menurutnya, kehadiran atlet, pelatih, ofisial, keluarga atlet hingga masyarakat dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata Pulau Semau kepada khalayak yang lebih luas.
Ia berharap Semau tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga mampu menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga berskala regional maupun nasional.
Anggota DPR RI Fraksi NasDem itu menjelaskan, kegiatan olahraga yang melibatkan banyak peserta dan pengunjung dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Sektor transportasi, kuliner, UMKM, penginapan hingga berbagai jasa lokal berpeluang mendapatkan manfaat dari penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Karena itu, Julie mendorong adanya kolaborasi antara organisasi olahraga, pemerintah daerah, pelaku pariwisata dan masyarakat untuk mengembangkan potensi sport tourism di NTT.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utama LLMC tetap menjadi wadah pembinaan dan peningkatan prestasi atlet Kempo.
Kejuaraan tersebut menjadi kesempatan untuk menjaring atlet potensial, meningkatkan kemampuan bertanding, mempererat persaudaraan antardojo serta mempersiapkan atlet NTT menghadapi kompetisi nasional dan internasional.
PERKEMI NTT, lanjut Julie, juga tengah mempersiapkan atlet menghadapi Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo di Nagoya, Jepang, serta Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2028.
Salah satu langkah yang direncanakan adalah mendatangkan pelatih dari Jepang untuk meningkatkan kualitas teknik dan kemampuan atlet Kempo NTT.
Julie juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang kenshi tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diperoleh, tetapi juga dari karakter, kedisiplinan, tanggung jawab dan rasa hormat.
Atlet yang meraih kemenangan diminta tidak cepat berpuas diri. Sebaliknya, mereka yang belum berhasil diharapkan menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
SMKN 1 Kupang A Keluar sebagai Juara Umum
Dalam hasil akhir LLMC Cup III 2026, Dojo SMKN 1 Kupang A berhasil keluar sebagai juara umum dengan koleksi 18 medali emas, 11 perak dan 11 perunggu. Total medali yang diraih mencapai 40 keping.
Posisi kedua ditempati Dojo KONI NTT dengan perolehan sembilan medali emas, sembilan perak dan tujuh perunggu atau total 25 medali.
Sementara Dojo Malaka berada di posisi ketiga dengan sembilan medali emas dan enam perunggu, sehingga mengumpulkan total 15 medali.
Wakil Ketua Umum I Pengprov PERKEMI NTT, Sensei George M. Hadjoh, turut memberikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap pembinaan atlet Kempo di NTT.
George mengungkapkan, selama 48 tahun perjalanan PERKEMI NTT, baru kali ini atlet yang mengikuti kejuaraan antarkota mendapatkan dukungan bonus dengan nilai lebih dari Rp200 juta.
Ia menyebutkan total dukungan yang diberikan mencapai Rp228 juta. Selain itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut turut memberikan tambahan sumbangan sebesar Rp100 juta kepada seluruh atlet.
Menurut George, dukungan tersebut harus dijawab dengan peningkatan prestasi melalui kerja keras dan disiplin dalam menjalani proses pembinaan.
“Tugas kita adalah menciptakan prestasi. Prestasi tidak lahir dari game, tetapi lahir dari proses kerja keras dan pantang menyerah,” tegasnya.
George juga menyampaikan terima kasih kepada Vito Valentino Laiskodat selaku pemilik event dan penanggung jawab keluarga atas dukungan sehingga LLMC Cup III dapat terselenggara dengan baik.
Sementara itu, Ketua Panitia Ignasius Repelita Rega, SH, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT selaku Ketua Umum KONI NTT, para kepala daerah se-NTT, pengurus PERKEMI, perangkat daerah terkait, tim medis, insan pers, orang tua atlet, wasit dan pelatih yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Panitia memberikan medali dan piagam penghargaan kepada para juara pertama, kedua dan ketiga. Selain itu, disiapkan bonus pembinaan bagi kontingen atau dojo yang menempati peringkat 1 hingga 10, serta penghargaan khusus bagi kenshi dan wasit teladan.
UMKM Semau Ikut Rasakan Dampak Kejuaraan
Penyelenggaraan LLMC Cup III yang memperluas pertandingan dengan menghadirkan cabang olahraga Kempo dan tinju turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Puluhan pelaku UMKM membuka lapak makanan dan minuman di sekitar lokasi pertandingan. Kehadiran atlet, ofisial dan penonton membuat lapak-lapak tersebut ramai dikunjungi.
Sejumlah pelaku usaha mengaku terbantu karena kegiatan tersebut mendatangkan tambahan pembeli dan meningkatkan pendapatan mereka.
Antusiasme juga terlihat dari ratusan atlet, ofisial, pengurus PERKEMI NTT dan orang tua atlet yang memadati Sport City Semau saat partai final berlangsung.
Untuk mendukung mobilitas peserta, Julie Sutrisno Laiskodat memfasilitasi penyeberangan rombongan dengan mencarter seluruh perahu penyeberangan dari Pelabuhan Tenau menuju Pelabuhan Hansisi, Pulau Semau.
Penyelenggaraan LLMC Cup III menjadi gambaran bahwa kegiatan olahraga tidak hanya dapat menjadi ruang kompetisi dan pembinaan atlet, tetapi juga membuka peluang promosi destinasi wisata serta menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.
Dengan demikian, Semau memiliki peluang untuk terus diperkenalkan sebagai salah satu lokasi pengembangan sport tourism di Nusa Tenggara Timur.*

Tinggalkan Balasan