Atambua, Timesntt.com-Perjalanan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam Etape I Tour de NTT 2026 tidak hanya menjadi ajang menyapa masyarakat, tetapi juga membawa harapan baru bagi warga yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Hal itu dirasakan langsung oleh Mama Theresia Lina Fin (55), warga Desa Leuntolu, Kabupaten Belu. Rumahnya yang berdinding anyaman bambu mendapat perhatian khusus dari Gubernur Melki saat melintasi wilayah tersebut, Rabu (4/11/2026).
Dalam perjalanan dari Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, menuju Kantor Camat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Melki menyempatkan diri singgah di rumah sederhana yang berada tidak jauh dari Jalan Trans Timor Raya.
Di tempat itu, Gubernur Melki berbincang langsung dengan Mama Theresia untuk mengetahui kondisi kehidupan dan tempat tinggalnya.
“Mama tinggal dengan siapa di sini? Suami di mana,” tanya Melki kepada perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur tersebut.
Setelah mendengar penjelasan Mama Theresia, Melki langsung meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Benyamin Nahak, agar segera menindaklanjuti proses administrasi bantuan bedah rumah bagi keluarga tersebut.
“Nanti Mama, semua administrasi lewat Pak Beny (Kadis PUPR NTT), dan rumah ini segera dibedah menjadi rumah yang layak huni,” tegas Melki.
Melki menjelaskan, program bedah rumah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTT turut mengalokasikan anggaran untuk merealisasikan program tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
“Ini arahan dari Pak Presiden Prabowo. Kami sebagai Gubernur, kami pakai anggaran pemerintah Provinsi dan sekarang juga kita kerjakan,” ungkapnya.
Program bantuan ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT yang diperingati pada 20 Desember 2026.
Bagi Mama Theresia, perhatian langsung dari Gubernur Melki menjadi kebahagiaan tersendiri. Ia mengaku selama ini telah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), namun belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan rumah.
Dengan adanya kepastian bantuan bedah rumah tersebut, ia berharap segera dapat menempati hunian yang lebih aman dan layak.
“Mama senang,” ucap Theresia penuh sukacita.
Kebahagiaan serupa juga disampaikan Kepala Desa Leuntolu, Patris Luan. Ia mengungkapkan, terdapat tiga kepala keluarga (KK) di wilayahnya yang terpilih menerima bantuan bedah rumah melalui program pemerintah tersebut.
“Kami sangat senang. Lewat Tour de NTT dan HUT ke-68 NTT, masyarakat kami, tiga KK, terpilih mendapatkan bantuan bedah rumah,” kata Patris.
Meski demikian, Patris berharap perhatian pemerintah terhadap warga yang tinggal di rumah tidak layak huni dapat terus diperluas.
Ia menyebutkan, masih terdapat sekitar 20 kepala keluarga di Desa Leuntolu yang membutuhkan bantuan serupa agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
“Kami di sini sekitar 20 KK yang rumahnya belum layak huni. Kami berharap yang lain juga bisa dibedah,” tandasnya.
Tour de NTT pun tidak sekadar menjadi perjalanan olahraga dan promosi daerah. Kehadiran Gubernur di tengah masyarakat menjadi kesempatan untuk melihat langsung persoalan warga sekaligus menghadirkan harapan bagi keluarga yang membutuhkan.*

Tinggalkan Balasan