ADVERTORIAL | TIMESNTT.COM

PEMERINTAH KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA

ADVETORIAL: DARI KAMPUNG UNTUK DUNIA – EKONOMI KERAKYATAN NAIK KELAS

NTT Mart, Perhutanan Sosial, SMK Membangun Desa: Tiga Jurus Ratu-Angga Menggerakkan Ekonomi Desa

Oleh: Tim Advetorial Timesntt.com | Tambolaka, Sumba Barat Daya

Advetorial, Dari Kampung Untuk Dunia - Ekonomi Kerakyatan Naik Kelas, NTT Mart, Perhutanan Sosial, SMK Membangun Desa: Tiga Jurus Ratu-Angga Menggerakkan Ekonomi Desa
Advetorial, Dari Kampung Untuk Dunia – Ekonomi Kerakyatan Naik Kelas, NTT Mart, Perhutanan Sosial, SMK Membangun Desa: Tiga Jurus Ratu-Angga Menggerakkan Ekonomi Desa

TAMBOLAKA – Di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Tambolaka, pada 17 Desember 2025, suasana berbeda. Tidak ada pidato panjang yang bertele-tele. Yang ada adalah aroma kopi Sumba, tenun ikat yang tergantung rapi, dan 1.441 produk pangan olahan yang siap jual. Hari itu, NTT Mart by Dekranasda Sumba Barat Daya resmi dibuka. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Dominikus A.R. Kaka, disaksikan Plh Sekda Provinsi NTT Rita Wuisan, Kadis Perindag NTT Soni Libing, Kadis Peternakan Yohanis Oktavianus, Ketua Dekranasda SBD Markus Dairo Talu, dan Sekda SBD Etmundus N. Nau.

NTT Mart adalah simbol dari ekonomi kerakyatan yang naik kelas. Pada pembukaan perdana, tercatat 30 UKM lokal terlibat aktif, 78 jenis keragaman produk khas daerah. Ini adalah hasil kolaborasi strategis Pemerintah Provinsi NTT dan Dekranasda SBD. PLUT yang dulu sepi, kini bertransformasi menjadi pusat perputaran ekonomi baru. Wisatawan yang datang ke Tambolaka kini memiliki akses mudah mendapatkan produk pangan berkualitas asli Sumba Barat Daya dalam satu lokasi yang representatif. Inilah cara Ratu-Angga membangun desa dan menata kota secara bersamaan.

Namun NTT Mart hanya satu dari tiga jurus ekonomi kerakyatan Ratu-Angga. Jurus kedua adalah Perhutanan Sosial. Pada 26 Oktober 2026, di Desa Tara Mata, Wewewa Timur, Wakil Bupati Dominikus menyerahkan izin Perhutanan Sosial kepada Kelompok Tani Lede Linduna. Program ini memberikan legalitas kepada masyarakat untuk mengelola hutan secara produktif. ‘Penyerahan izin perhutanan sosial merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten SBD mendorong pengelolaan hutan yang produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,’ ujar Wakil Bupati Angga Kaka. Dengan izin ini, petani bisa menanam kopi, kemiri, dan tanaman tumpang sari di kawasan hutan tanpa rasa takut, dengan pendampingan dari KPH SBD dan ATR/BPN SBD.

Jurus ketiga adalah SMK Membangun Desa. Di Desa Mali Iha, Wakil Bupati Dominikus membuka kegiatan intervensi perangkat daerah melalui program SMK Membangun Desa. Program ini dapat mendorong kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal. Siswa SMK yang biasanya belajar di kelas, kini turun ke desa, membuat desain kemasan produk UMKM, membuat pembukuan digital, dan mengajari petani menggunakan handtraktor. Sinergi antara pendidikan vokasi dan pembangunan desa ini menjadi terobosan yang diapresiasi banyak pihak.

Baca Juga  Gubernur Melki Dorong Moke Berkualitas Dipasarkan Lewat NTT Mart

Di sektor hulu, Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla memastikan modernisasi pertanian berjalan. Pada 8 Januari 2026, di Lopo Rumah Jabatan Bupati, ia secara simbolis menyerahkan bantuan 25 unit handtraktor kepada 25 kelompok tani yang tersebar di SBD. Ini adalah komitmen Pemkab SBD dalam memodernisasi sektor pertanian. Pada 7 Oktober, ia memimpin langsung peninjauan dan survei lahan 223 hektar di Desa Mawodana, Wewewa Timur, untuk program cetak dan olah lahan komoditas jagung dalam rangka mendukung Program Bioetanol Nasional. Langkah taktis ini merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Gerakan Tanam Jagung dan Ubi Kayu untuk Dukungan Program Energi Terbarukan.

Di sektor peternakan, Bupati Ratu mendorong pembangunan peternakan terintegrasi yang di dalamnya mencakup pabrik pakan ternak di Kecamatan Loura, sekitar BLK. Survei lokasi telah dilakukan. Tujuannya untuk menekan harga pakan dan meningkatkan populasi babi dan ayam. Bantuan ternak jenis lain seperti 700 ekor ayam petelur kepada tujuh kelompok tani juga telah diserahkan pada September 2025. Dan pada 8 Desember 2025, di depan Rumah Jabatan Bupati, bantuan ternak kembali diserahkan untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.

Literasi keuangan dan digital menjadi enabler. Pada 21 September 2026, di Fortuna Convention Hall, TPAKD SBD bersama OJK NTT menggelar edukasi literasi keuangan bagi UMKM yang dibuka Wakil Bupati Dominikus. Pada 28 Januari 2026, di BLK Don Bosco Tambolaka, ia mengunjungi pelatihan Literasi Digital Lanjutan untuk Meningkatkan Produktivitas Usaha Berbasis Internet sebagai penguatan Program Sekolah Internet Komunitas di wilayah pedesaan dan terpencil. UMKM SBD diajari cara berjualan di marketplace, cara foto produk yang menarik, dan cara mengelola keuangan lewat aplikasi.

Semua program ini ditopang oleh tata kelola anggaran yang sehat. Komitmen Pemerintah Kabupaten SBD di bawah kepemimpinan Bupati Ratu dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi anggaran membuahkan hasil manis: SBD menyabet penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan Kinerja Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) terbaik dan menempati urutan ketujuh se-Indonesia. SBD juga menjadi salah satu dari 546 daerah yang mendapatkan transfer dari Pemerintah Pusat sebesar Rp81 miliar untuk memastikan PPPK aman. Ini adalah bukti bahwa ekonomi kerakyatan tidak bisa berjalan tanpa tata kelola yang bersih.

Baca Juga  SDM Kunci Kemajuan Daerah, Bupati Sumba Barat Daya Resmikan Gedung Baru dan Syukuran Akreditasi B SMA Katolik Hati Kudus Yesus Wee Kombaka

Dari NTT Mart yang menjual produk lokal, Perhutanan Sosial yang memberi legalitas, SMK Membangun Desa yang memberi keterampilan, handtraktor yang memodernisasi, hingga literasi keuangan yang memberi akses modal – semua membentuk ekosistem ekonomi yang utuh. Inilah ekonomi yang tumbuh dari kampung untuk dunia.

Advetorial: Dari Kampung Untuk Dunia - Ekonomi Kerakyatan Naik Kelas
Advetorial: Dari Kampung Untuk Dunia – Ekonomi Kerakyatan Naik Kelas

Secara Timesntt.com, ekonomi kerakyatan Ratu-Angga adalah ekonomi yang berkeadilan. Tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga pemerataan. Tidak hanya mengejar investasi besar, tetapi juga menguatkan yang kecil. Bantuan sosial triwulan II tahun 2025 senilai Rp61,7 miliar untuk 50.305 KPM di 11 kecamatan menjadi jaring pengaman, sementara NTT Mart dan UMKM menjadi mesin pertumbuhan.

Kerja sama strategis dengan PT Tree Story Korea yang ditandatangani pada 6 Juli 2025 oleh Bupati Ratu dan Presiden PT Tree Story Korea MooRyong Cho di rumah jabatan Bupati menunjukkan bahwa SBD terbuka untuk investasi berkelanjutan yang memanfaatkan inovasi. Investasi tidak harus merusak hutan adat, tetapi bisa bersinergi dengan Perhutanan Sosial.

Akhirnya, ekonomi kerakyatan di SBD adalah tentang martabat. Martabat petani yang kini memiliki izin resmi mengelola hutan, martabat ibu-ibu UKM yang produknya terpajang rapi di NTT Mart, martabat siswa SMK yang karyanya langsung dirasakan desa. Itulah yang dibangun Ratu-Angga: ekonomi yang memanusiakan.

Ekonomi kerakyatan Sumba Barat Daya membuktikan bahwa pembangunan tidak harus selalu dimulai dari proyek mercusuar. Kadang ia dimulai dari 1.441 produk kecil di rak NTT Mart, dari selembar izin Perhutanan Sosial di Tara Mata, dari pelatihan digital di BLK Don Bosco. Dan dari hal-hal kecil itulah, kepercayaan diri ekonomi SBD terbangun. Duet Ratu-Angga memahami ini dengan baik: membangun ekonomi adalah membangun orangnya terlebih dahulu.***