KUPANG, Timesntt.com — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mengalami penurunan signifikan setelah pelaksanaan program Wolbachia.

Camat Oebobo, Zet Batmalo, mengatakan Kecamatan Oebobo sebelumnya menjadi salah satu wilayah percontohan atau pilot project dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurut dia, setelah program berjalan, terjadi penurunan kasus DBD yang cukup signifikan di tujuh kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Oebobo.

“Pas setelah dilakukan program ini memang kasus DBD menurun sangat signifikan di wilayah Kecamatan Oebobo,” kata Zet Batmalo, 23/09.

Zet menjelaskan, perkembangan kasus DBD tersebut juga menjadi bagian dari pembahasan dalam lokakarya di tingkat dua puskesmas yang melayani masyarakat Kecamatan Oebobo, yakni Puskesmas Oebobo dan Puskesmas Oepoi.

Dari informasi yang diterima pemerintah kecamatan, untuk sementara kasus DBD di wilayah Oebobo mengalami penurunan sehingga pelaksanaan program tersebut kemudian dihentikan sementara dan diarahkan ke wilayah kecamatan lain.

“Untuk sementara ini programnya dihentikan. Kalau tidak salah, kita dapat informasi demikian, ada berpindah di kecamatan yang lain,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkot Usulkan Rehab 550 Rumah Warga yang Kurang Mampu

Meski demikian, Zet menilai pelaksanaan program tersebut memberikan manfaat terhadap pengendalian DBD di wilayah Oebobo.

Ia mengatakan pada awal pelaksanaan terdapat berbagai tantangan, terutama dalam membangun pemahaman masyarakat. Namun, hasil yang terlihat kemudian menunjukkan adanya penurunan kasus DBD.

“Memang waktu pelaksanaannya ada berbagai pemahaman dan tantangan, tetapi ternyata manfaatnya cukup baik di bidang kesehatan yang berkaitan dengan DBD sehingga penurunan angka DBD cukup signifikan di wilayah Kecamatan Oebobo,” katanya.

Kecamatan Oebobo sendiri memiliki tujuh kelurahan dan dalam pelayanan kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas Oebobo serta Puskesmas Oepoi.

Zet mengatakan pemerintah kecamatan bersama kelurahan terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah munculnya kembali kasus DBD.

Langkah tersebut sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan yang menempatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus sebagai salah satu upaya penting pengendalian DBD.

Baca Juga  Vaksinasi Rabies Tuntas, Kelurahan Naikolan Sasar Anjing dari Rumah ke Rumah

3M Plus mencakup menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Upaya Plus antara lain memeriksa tempat penampungan air, menggunakan larvasida pada tempat yang sulit dikuras, memperbaiki saluran air dan melakukan gotong royong membersihkan lingkungan.

Kementerian Kesehatan juga mendorong Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik sebagai bagian dari upaya pengendalian sarang nyamuk secara berkelanjutan.

Zet mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan intervensi pemerintah ketika kasus muncul, tetapi ikut menjaga kebersihan lingkungan dari tingkat rumah tangga.

Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat terus ditingkatkan sehingga penurunan kasus DBD di Kecamatan Oebobo dapat dipertahankan.

“Kami tentu mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat sehingga terhindar dari berbagai macam virus yang berkaitan dengan gangguan kesehatan,” pungkasnya.*