Kupang, Timesntt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak ribuan peserta Tour de EnTeTe 2026 menjadikan kegiatan olahraga sebagai gerakan bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

 

Ia menegaskan, semangat Tour de EnTeTe tidak hanya diukur dari antusiasme masyarakat mengikuti jalan sehat, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga lingkungan, seperti memungut sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan.

 

Ajakan tersebut disampaikan Melki saat melepas dan menyapa peserta Tour de EnTeTe 2026 Rute III Etape Pulau Timor, dengan titik awal Gereja Kalvari Oebelo menuju Pantai Lasiana, Jumat (6/11/2026).

 

Menurut Melki, kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu aspek yang akan diperhatikan panitia dalam memberikan apresiasi kepada peserta.

 

Bahkan, peserta yang menunjukkan aksi positif selama kegiatan, seperti memungut sampah di sepanjang rute maupun menampilkan kreativitas saat memimpin yel-yel, berpeluang mendapatkan penghargaan khusus.

 

“Misalnya ada orang pungut sampah. Dia buat atraksi menarik pada saat memimpin yel-yel dan sebagainya. Itu akan dinilai,” kata Melki.

 

Ia menjelaskan, panitia akan memilih lima peserta terbaik dari seluruh rangkaian kegiatan jalan sehat Tour de EnTeTe yang digelar di berbagai wilayah NTT.

Baca Juga  Tour de NTT Bawa Berkah, Gubernur Melki Perintahkan Bedah Rumah Warga di Belu

 

Menariknya, lima peserta terpilih tersebut akan mendapatkan hadiah berupa perjalanan religi ke tempat-tempat suci sesuai agama masing-masing.

 

Peserta beragama Katolik berkesempatan memilih perjalanan ke Israel atau Roma, peserta Kristen ke Israel, peserta Islam mendapatkan hadiah perjalanan umrah ke Arab Saudi, sedangkan peserta Hindu berkesempatan mengunjungi India.

 

Melki mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap peserta yang tidak hanya aktif mengikuti kegiatan, tetapi juga mampu memberikan contoh positif bagi masyarakat.

 

Karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar membangun kebiasaan menjaga kebersihan, bukan hanya selama kegiatan berlangsung, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Sekali lagi saya ingatkan, buanglah mantan pada tempatnya, dan buanglah sampah pada tempatnya,” ungkap Melki yang disambut tepuk tangan peserta.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, menilai pelaksanaan Tour de EnTeTe menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Kupang kepada masyarakat luas.

 

Menurutnya, Kabupaten Kupang memiliki kekayaan potensi di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, budaya, pertanian, peternakan, perikanan hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

Melalui kegiatan berskala provinsi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang berharap semakin banyak masyarakat mengenal potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi.

Baca Juga  SBD Siap Sambut Tour de EnTeTe, Pemkab Diminta Tampilkan Wajah Terbaik Daerah

 

“Melalui kegiatan ini kami berharap potensi daerah semakin dikenal luas serta membuka peluang kerja sama dan investasi bagi kemajuan Kabupaten Kupang,” ujarnya.

 

Ketua Panitia Tour de EnTeTe 2026, Johny Ataupah, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah peserta pada rute ketiga etape Pulau Timor diperkirakan mencapai 6.000 orang.

 

Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, serta pelajar tingkat SMA yang dikoordinasikan melalui Dinas Pendidikan.

 

Johny optimistis target tersebut dapat tercapai berkat dukungan berbagai pihak, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

 

“Saya percaya karena seluruh perangkat daerah provinsi hadir, dan ibu bupati juga menghadirkan dari kabupaten/kota. Kepala dinas pendidikan menghadirkan anak-anak SMA. Jadi, jumlah 6.000 itu kita percaya dan kita yakin,” ujarnya.

 

Untuk diketahui, Tour de EnTeTe 2026 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT.

 

Kegiatan ini tidak hanya mengedepankan olahraga dan kebugaran masyarakat, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata daerah, pengembangan UMKM, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.*