KUPANG, Timesntt.com – Di tengah kemeriahan Tour de EnTeTe 2026, sebuah kabar bahagia menghampiri dua keluarga di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Perjuangan mereka bertahun-tahun hidup dalam gubuk sederhana berdinding bambu akhirnya mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Adalah Irene Da Costa dan Faustino D. A. Santos, dua warga yang terpilih sebagai penerima bantuan pembangunan rumah layak huni dari Pemprov NTT.

 

Kabar menggembirakan itu datang saat Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama rombongan mengunjungi kediaman mereka dalam rangkaian Tour de EnTeTe 2026 rute ketiga etape Pulau Timor, Jumat (6/11/2026).

 

Di balik dinding bambu yang telah lapuk dan kondisi bangunan yang jauh dari kata layak, Irene selama ini harus menjalani kehidupan bersama 11 anggota keluarga serta saudaranya dalam keterbatasan.

 

Sejak Februari 2006, ia menetap di rumah tersebut sambil bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

 

Kunjungan Gubernur Melki bersama Pangdam Sobe Sonbay Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Sekda NTT Fransiskus Sales Sodo, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, serta jajaran pimpinan OPD dan lembaga vertikal menjadi titik terang bagi kehidupan kedua keluarga tersebut.

Baca Juga  Sudah Dua Pekan Sejak Mutasi Kapolri, Polda NTT Belum Gelar Sertijab Pejabat Utama

 

Dalam dialog bersama Irene, Gubernur Melki memastikan pemerintah akan membantu membangun rumah yang lebih layak melalui APBD Provinsi NTT.

 

Bantuan itu akan dikerjakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT sebagai bagian dari program peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menyambut HUT ke-68 Provinsi NTT.

 

“Kita akan bantu, biar benahi mama punya rumah jadi lebih baik lagi. Nanti PUPR yang kerja. Ini dalam rangka hari ulang tahun ke-68 NTT,” ujar Melki.

 

Ia bahkan meminta Kepala Dinas PUPR NTT segera mempercepat proses administrasi agar pembangunan rumah tidak tertunda.

 

“Pak Kadis, urus agar administrasinya dipercepat,” tegasnya.

 

Di hadapan rombongan pemerintah, Irene mengungkapkan bahwa selama ini dirinya berjuang menghidupi keluarga dengan bekerja sebagai petani.

 

Ia juga menyampaikan bahwa keluarganya telah menerima sejumlah bantuan pemerintah, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH). Anak-anaknya pun memperoleh dukungan pendidikan melalui beasiswa sejak jenjang SD, SMP hingga SMA.

 

Meski hidup dalam keterbatasan, Irene mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah.

 

“Terima kasih banyak. Hanya Tuhan yang membalas kebaikan Bapak dan Ibu semua,” ungkapnya haru.

 

Ia berharap bantuan pembangunan rumah tersebut tidak hanya berhenti pada keluarganya, tetapi juga menjangkau warga lain yang masih membutuhkan tempat tinggal layak.

Baca Juga  Program Bedah Rumah MBR Kota Kupang: Keterbatasan Anggaran, Namun Tetap Jadi Harapan Baru bagi Warga

 

“Saya berharap selain saya, orang lain juga bisa mendapatkan bantuan yang sama,” katanya.

 

Rasa syukur serupa disampaikan Faustino D. A. Santos. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah yang telah memberikan harapan baru bagi keluarganya.

 

“Terima kasih sudah memberikan bantuan untuk kami. Kami doakan agar Bapak Ibu sehat selalu,” ujarnya.

 

10 Keluarga di Kabupaten dan Kota Kupang Terima Bantuan

 

Selain Irene Da Costa dan Faustino D. A. Santos, pemerintah juga menetapkan sejumlah warga lainnya sebagai penerima manfaat program rumah layak huni.

 

Di Kabupaten Kupang, penerima bantuan lainnya yakni Yoson Titus Lae, Natalino Dias Marques, dan Filipe Ximenes.

 

Sementara di Kota Kupang, bantuan diberikan kepada Margaretha Kay Illu, Martina Weni, Marselinus Asa, Yakob Laba, dan Alexander Eli Da Silva.

 

Program ini menjadi salah satu wujud kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya mereka yang masih tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak.

 

Tour de EnTeTe 2026 pun tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan promosi daerah. Di sepanjang perjalanan, kegiatan tersebut turut menghadirkan kepedulian sosial dan membawa harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.*