TAMBOLAKA, TIMESNTT.COM – Upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak fosil di Pulau Sumba mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, menyatakan dukungan terhadap pengembangan keterampilan teknisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Balai Latihan Kerja Don Bosco Sumba.

Dukungan itu disampaikan langsung saat Wakil Bupati mengunjungi BLK Don Bosco Sumba, Selasa (27/10/2026), untuk meninjau pelaksanaan pelatihan teknisi PLTS yang tergabung dalam Program REVIVE atau Renewable Village-based Ventures for Economic Empowerment.

Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab disapa Angga Kaka itu berdialog dengan 24 peserta pelatihan. Menariknya, di antara peserta terdapat perempuan yang turut dipersiapkan menjadi teknisi energi surya, sebuah langkah inklusif dalam sektor energi terbarukan yang selama ini didominasi laki-laki.

Baca Juga  Wabup SBD Buka FGD Penyusunan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup

Ia menanyakan asal daerah para peserta satu per satu, sekaligus memberi motivasi agar mereka mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan disiplin dan kesungguhan.

“Adik-adik peserta harus mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar memiliki keterampilan yang bisa diterapkan di tengah masyarakat. Energi matahari merupakan potensi besar bagi Pulau Sumba, sehingga pemanfaatannya perlu terus dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak secara bertahap,” ujar Angga Kaka.

Menurut Wabup, melimpahnya sinar matahari di Sumba adalah modal alam yang belum dimanfaatkan optimal. Pengembangan energi terbarukan, khususnya surya, dinilai menjadi kunci masa depan penyediaan listrik yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi desa-desa terpencil di Sumba Barat Daya.

Baca Juga  Bupati SBD Serahkan Penghargaan Karnaval Budaya pada Apel Gabungan

Pelatihan di BLK Don Bosco ini diharapkan tidak hanya mencetak tenaga terampil, tetapi juga menjadi embrio wirausaha energi di tingkat desa. Dengan teknisi lokal yang menguasai instalasi dan pemeliharaan PLTS, keberlanjutan program listrik desa tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tenaga dari luar pulau.

Program REVIVE sendiri menempatkan BLK Don Bosco sebagai pusat pembelajaran vokasi berbasis energi terbarukan, yang menghubungkan kebutuhan energi masyarakat dengan penciptaan lapangan kerja hijau bagi generasi muda Sumba.***