“Kami sudah siagakan BPBD dan seluruh puskesmas di wilayah terdampak. Jika ada warga yang mengalami trauma atau luka-luka, segera lapor ke petugas di lapangan. Jangan terpancing hoaks, ikuti selalu informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah,” pungkasi Bupati Ratu Wulla.

KODI, TIMESNTT.COM — Dini hari yang tenang di wilayah pesisir daratan Sumba seketika berubah menjadi kepanikan tatkala guncangan kuat gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Pemerintah daerah bersama aparat gabungan bergerak cepat turun ke lapangan untuk memastikan keselamatan warga, mengidentifikasi dampak kerusakan, serta menepis berbagai desas-desus yang meresahkan masyarakat.

Guna memastikan penanganan darurat berjalan sigap dan tepat sasaran, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T., turun langsung menyisir wilayah terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 yang mengguncang Sumba Barat Daya pada Minggu (4/10/2026) pagi pukul 06.55 WITA (05.55 WIB).

Didampingi tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat Daya, Camat Kodi, serta jajaran personel TNI dan Polri, Bupati meninjau sejumlah titik kerusakan terparah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, hingga menyisir pemukiman warga di Kecamatan Kodi Bangedo.

Di tengah puing-puing bangunan dan kecemasan warga, Bupati Ratu menemui langsung para pengungsi dan warga terdampak untuk memastikan kondisi psikologis serta kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

Baca Juga  Bupati Sumba Barat Daya Hadiri High Level Meeting TIPD dan TP2D se-Sumba di Waikabubak

“Saya datang untuk memastikan masyarakat Kodi dalam keadaan aman. Pemerintah daerah hadir bersama rakyat. Saya minta semua warga tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, dan hindari bangunan yang retak,” ujar Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla tegas saat memberikan penguatan kepada warga di lokasi peninjauan.

Aktivitas Sesar Waikabubak dan Puluhan Gempa Susulan

Berdasarkan laporan pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tektonik M 6,1 ini berpusat di laut pada jarak 59 kilometer barat daya Kodi pada kedalaman 30 kilometer (sebelumnya tercatat pada kedalaman 10 km di 14 km barat daya Kodi). Gempa bumi dangkal ini dipicu oleh aktivitas Sesar Waikabubak.

BMKG menegaskan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kendati demikian, karakter sesar aktif ini memicu rentetan gempa susulan yang cukup intensif. Hingga pukul 09.05 WITA (08.05 WIB), BMKG mencatat setidaknya telah terjadi 62 kali aktivitas gempa susulan (aftershocks) dengan magnitudo bervariasi antara M 1,5 hingga M 4,3.

Dampak guncangan terkuat dirasakan nyata di wilayah Kodi, Balaghar, dan Kodi Bangedo dengan skala intensitas VI MMI (getaran dirasakan oleh semua penduduk, kebanyakan terkejut dan lari keluar). Sementara itu, guncangan di Tambolaka, Waikabubak, hingga Raba dirasakan pada skala IV MMI.

Baca Juga  Bupati Sumba Barat Daya Ajak Warga Maknai Paskah untuk Pembaruan Kemanusiaan dan Pembangunan Daerah

Kesiapsiagaan Posko dan Penanganan Medis

Menyikapi rentetan gempa susulan tersebut, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa seluruh instansi teknis dan jejaring pelayanan kesehatan daerah telah disiagakan dalam posisi siaga satu. Pemkab SBD terus mengintensifkan koordinasi lintas lembaga bersama BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Polda NTT guna memantau perkembangan situasi di lapangan secara real-time.

“Kami sudah siagakan BPBD dan seluruh puskesmas di wilayah terdampak. Jika ada warga yang mengalami trauma atau luka-luka, segera lapor ke petugas di lapangan. Jangan terpancing hoaks, ikuti selalu informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah,” pungkasi Bupati Ratu Wulla.

Penjagaan Keamanan di Lokasi Terdampak

Sementara itu, jajaran TNI dan Polri di tingkat kecamatan bersama unsur Forkopimca langsung menyiagakan personel di posko-posko pengungsian sementara serta melakukan patroli di kawasan pemukiman yang ditinggalkan warga demi menjaga keamanan harta benda milik masyarakat.

Melalui tanggap cepat lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berupaya memastikan seluruh tahapan penanganan darurat pascabencana berjalan secara teratur, tertib, dan mengutamakan keselamatan jiwa warga di Tanah Maraada Mandora.***