Kupang, Timesntt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong generasi muda menjadi pelopor edukasi keuangan guna meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak.

 

Dorongan tersebut disampaikan Melki saat menghadiri Grand Final Pemilihan Duta Literasi Keuangan Provinsi NTT Tahun 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT di Ballroom Hotel Aston, Sabtu (31/10/2026) malam.

 

Menurut Melki, peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak cukup hanya dengan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Masyarakat juga harus memahami cara mengelola uang, merencanakan kebutuhan keuangan, serta memanfaatkan pembiayaan secara produktif.

 

“Masyarakat tidak cukup hanya memiliki rekening, tetapi juga harus memahami manfaat menabung dan perencanaan keuangan. Begitu pula pelaku usaha yang memperoleh pembiayaan harus mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha,” kata Melki.

 

Ia menegaskan, keberhasilan program inklusi keuangan harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan jumlah rekening yang dibuka atau besarnya pembiayaan yang disalurkan.

 

Melki menilai, edukasi keuangan di NTT memerlukan pendekatan yang sesuai dengan kondisi geografis dan karakteristik ekonomi masyarakat. Hal ini mengingat NTT merupakan wilayah kepulauan dengan masyarakat yang memiliki latar belakang pekerjaan beragam, mulai dari petani, nelayan, peternak hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan, terutama hingga ke wilayah perdesaan dan komunitas yang belum terjangkau secara optimal.

Baca Juga  Diduga Ada Pungutan Liar di Fakultas Kedokteran Undana, Orangtua Protes

 

Ia juga mengaitkan peningkatan literasi keuangan dengan Dasa Cita ke-9 Pemerintah Provinsi NTT, yakni Membangun NTT Digital.

 

Menurutnya, pembangunan ekosistem digital harus disertai kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara tepat, memahami risiko transaksi digital, serta mengenali berbagai modus penipuan dan investasi ilegal.

 

Kepada para finalis Duta Literasi Keuangan, Melki berpesan agar mereka tidak hanya mengandalkan kemampuan berbicara di depan publik atau popularitas di media sosial. Para duta diharapkan mampu menjadi teladan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Menjadi duta adalah tentang tanggung jawab, keteladanan, dan kemauan untuk memberikan manfaat kepada orang lain,” ujarnya.

 

Ia berharap para duta terpilih dapat menjalankan edukasi keuangan secara langsung melalui lingkungan keluarga, sekolah, kampus, desa, serta berbagai komunitas di NTT.

 

Literasi Keuangan NTT Capai 67,71 Persen

 

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2026, indeks literasi keuangan masyarakat NTT tercatat sebesar 67,71 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan mencapai 92,78 persen.

 

Menurut Yan Jimmy, capaian tersebut menunjukkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sudah relatif luas. Namun, peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola keuangan masih menjadi pekerjaan penting.

 

Ia menjelaskan, Pemilihan Duta Literasi Keuangan bukan sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang, melainkan upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, kreativitas, dan kepedulian dalam menyebarluaskan edukasi keuangan.

Baca Juga  Job Fair NTT Jadi Agenda Rutin, Gubernur Melki Target Tekan Pengangguran

 

Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti 74 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di NTT. Setelah melalui tahapan seleksi dan pembekalan, sebanyak 20 finalis terpilih untuk berkompetisi pada babak grand final.

 

Sebelum mengikuti grand final, para finalis juga menjalani program Training of Trainers selama tiga hari, pada 19–21 Oktober 2026.

 

Dalam pembekalan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai tugas dan fungsi OJK, perbankan, pasar modal, layanan keuangan digital, kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan penipuan keuangan, serta teknik komunikasi dan pembuatan konten edukasi.

 

Yan Jimmy menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan dan sinergi dalam pelaksanaan berbagai program literasi dan inklusi keuangan.

 

Grand Final Pemilihan Duta Literasi Keuangan Provinsi NTT Tahun 2026 merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan 2026 yang mengusung tema “Generasi Muda Cerdas Keuangan, Mendorong NTT yang Semakin Inklusif”.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi NTT sekaligus Bunda Literasi Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, unsur Forkopimda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT, pimpinan perbankan, serta pimpinan perguruan tinggi.

 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap kolaborasi dengan OJK, lembaga jasa keuangan, dan dunia pendidikan semakin kuat dalam membangun masyarakat yang cerdas, mandiri, serta bijak memanfaatkan layanan keuangan.*