“Bantuan ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita di lapangan. Kami akan segera instruksikan jajaran posko bencana untuk mendistribusikannya secara cepat dan tepat kepada warga yang membutuhkan. Sinergi dan kepedulian seperti ini memperkuat semangat kami bahwa kita tidak sendirian menghadapi masa-masa sulit ini,” tutur Bupati Ratu Wulla menambahkan.

 

TAMBOLAKA, TIMESNTT.COM — Semangat kesetiakawanan sosial dan gotong royong antarwilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus bergelora di tengah masa pemulihan pascabencana. Solidaritas lintas daerah menjadi penopang utama dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi.

Wujud nyata kepedulian tersebut tampak saat Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T., menyambut secara khusus kedatangan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrovas Francis, beserta jajaran rombongan di ruang kerja Bupati Sumba Barat Daya, Tambolaka, Jumat (9/10/2026).

Kunjungan kerja tersebut membawa misi kemanusiaan, yakni menyerahkan secara langsung paket bantuan darurat dari Pemerintah Kota Kupang bagi warga masyarakat Sumba Barat Daya yang menjadi korban gempa bumi.

Bantuan logistik kemanusiaan yang digelontorkan Pemkot Kupang mencakup 50 dus mi instan, 100 dus air mineral, 151 kemasan beras berukuran 5 kilogram, 20 lembar terpal, serta 34 lembar selimut. Seluruh pasokan logistik ini disiapkan untuk menopang pemenuhan kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.

Baca Juga  SDM Kunci Kemajuan Daerah, Bupati Sumba Barat Daya Resmikan Gedung Baru dan Syukuran Akreditasi B SMA Katolik Hati Kudus Yesus Wee Kombaka

Dalam sambutan dan penerimaannya, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyampaikan apresiasi mendalam serta rasa terima kasih yang tulus atas perhatian dan empati tinggi yang ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Kota Kupang dan Ibu Wakil Wali Kota atas kehadiran serta bantuan kemanusiaan ini. Kepedulian ini membuktikan bahwa ikatan persaudaraan antardaerah di Nusa Tenggara Timur sangat erat dalam menghadapi setiap musibah,” ujar Ratu Ngadu Bonnu Wulla.

Bupati menegaskan bahwa bantuan logistik yang diterima akan segera disalurkan secara transparan dan tepat sasaran kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan maupun yang masih bertahan di posko-posko pengungsian sementara.

“Bantuan ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita di lapangan. Kami akan segera instruksikan jajaran posko bencana untuk mendistribusikannya secara cepat dan tepat kepada warga yang membutuhkan. Sinergi dan kepedulian seperti ini memperkuat semangat kami bahwa kita tidak sendirian menghadapi masa-masa sulit ini,” tutur Bupati Ratu Wulla menambahkan.

Solidaritas dan Persaudaraan Flobamoratas

Baca Juga  Pelantikan Pengurus Kadin Sumba Barat Daya, Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Didorong untuk Ciptakan Lapangan Kerja

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrovas Francis, menyampaikan bahwa kehadiran rombongan Pemkot Kupang di Tambolaka merupakan wujud panggilan kemanusiaan dan tanggung jawab moral sesama warga Flobamoratas. Ketika satu daerah di Nusa Tenggara Timur mengalami musibah, daerah lain diimbau untuk turut ambil bagian meringankan beban penderitaan warga.

“Kami dari Pemerintah Kota Kupang datang membawa salam hangat dan rasa duka yang mendalam sekaligus semangat solidaritas bagi masyarakat Sumba Barat Daya. Bantuan yang kami bawa ini mungkin tidak seberapa, namun ini adalah wujud nyata cinta kasih dan kepedulian warga Kota Kupang untuk saudara-saudara kami di Sumba Barat Daya,” ungkap Serena Cosgrovas Francis.

Wakil Wali Kota Kupang berharap bantuan pangan dan logistik darurat tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh para korban gempa, sekaligus mendoakan agar proses pemulihan infrastruktur dan psikologis warga dapat berjalan dengan lancar.

Melalui momentum kunjungan kemanusiaan ini, Pemkab Sumba Barat Daya dan Pemkot Kupang sepakat bahwa kolaborasi dan solidaritas antarpemerintah daerah di Provinsi NTT harus terus dipelihara, tidak hanya dalam konteks penanganan bencana, tetapi juga dalam bingkai pembangunan kesejahteraan regional jangka panjang.***