Kupang, Timesntt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengapresiasi keterlibatan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) bersama puluhan lembaga zakat dan relawan dalam membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores.

 

Apresiasi tersebut disampaikan Melki saat menerima audiensi Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayaha, bersama jajaran IZI di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu, 31 Oktober 2026.

 

Pertemuan itu membahas laporan penanganan bencana gempa bumi di Flores, termasuk berbagai bentuk bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak.

 

Dalam pemaparannya, Wildhan Dewayaha menjelaskan bahwa respons kemanusiaan melibatkan sekitar 80 lembaga zakat dengan jangkauan 58 titik pos respons bencana dan dukungan 581 relawan.

 

Operasional di lapangan juga diperkuat dengan 71 unit sepeda motor, 87 unit mobil, serta 14 unit ambulans untuk menunjang mobilitas relawan dan pelayanan kepada warga yang membutuhkan.

 

Bantuan kemanusiaan tersebut mencakup lima klaster utama, yakni kesehatan, logistik, pendidikan, pencarian dan pertolongan, serta pengungsian dan perlindungan.

 

Pada sektor kesehatan, bantuan yang disalurkan meliputi 906 paket perlengkapan bayi, 8.350 paket hygiene kit, 2.818 paket layanan kesehatan, 7.277 buah obat-obatan, dan 180 unit layanan pemeriksaan kesehatan atau MCU darurat.

Baca Juga  Pesan Gubernur Melki ke Siswa Seminari Mataloko, "Kalian Pemimpin Masa Depan, Harus Tahan Banting"

 

Sementara itu, pada sektor logistik, bantuan mencakup 42 titik pos hangat, 58 titik dapur umum, 21.825 paket sembako, 19.670 porsi makanan siap saji, 5.726 buah selimut, serta 1.529 paket perlengkapan bagi warga lanjut usia.

 

Dukungan juga diberikan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak melalui penyediaan 13 unit sekolah darurat dan 1.083 paket bantuan sekolah.

 

Pada aspek pencarian dan pertolongan, kegiatan difokuskan pada pembersihan puing-puing di 772 titik guna mendukung penanganan dampak bencana.

 

Adapun bantuan bagi pengungsi dan perlindungan masyarakat meliputi 389 unit tenda pengungsian, 25 pos tempat ibadah darurat, 78.269 liter air bersih, 1.048 potong pakaian baru, serta 16 unit perangkat Starlink untuk mendukung konektivitas komunikasi di wilayah terdampak.

 

Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Melki menyampaikan terima kasih kepada IZI, para relawan, dan seluruh lembaga kemanusiaan yang telah berkontribusi membantu masyarakat Flores.

 

Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara efektif. Sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana.

Baca Juga  BPK Temukan Pembayaran Honor Lebih dan Proyek Bermasalah Pada 4 SKPD Pemprov NTT

 

Melki menegaskan, dukungan terhadap masyarakat terdampak tidak boleh berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir. Perhatian harus berlanjut hingga tahap pemulihan, termasuk menghidupkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi warga.

 

“Kami tentu berharap sinergi dan kolaborasi ini dapat terus diperkuat, terutama saat ini ketika penanganan bencana mulai memasuki tahapan pemulihan. Perhatian tidak boleh berhenti pada penanganan tanggap darurat, tetapi juga harus dilanjutkan melalui upaya pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak,” ujar Melki.

 

Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak gempa.

 

Melalui kerja sama yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan dapat segera bangkit, memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi, serta kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.

 

Dalam audiensi tersebut, turut hadir GM Pendistribusian IZI, Arman, serta tim IZI di NTT, yakni Muh Guhur, Syamsul Ali, dan sejumlah anggota tim lainnya.*