Alor, Timesntt.com- Di bawah terik matahari dan hijaunya bukit-bukit permai Desa Manmas, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, sebuah lompatan besar tengah dipersiapkan.

 

Rangkaian kegiatan Intervensi Perangkat Daerah yang diinisiasi oleh Bapperida Provinsi NTT pada 27 hingga 29 Oktober 2026 bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata dari langkah strategis Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam mengoptimalkan program unggulan One Village, One Product (OVOP).

 

Program ini dirancang untuk mendongkrak kemandirian ekonomi desa dengan mengangkat produk khas lokal agar bernilai saing tinggi.

Menyapa Akar Rumput dan Mengawal Aspirasi Warga

 

Sejak hari pertama pembukaan pada 27 Oktober 2026, denyut antusiasme warga langsung terasa melalui berbagai layanan jemput bola, termasuk side event cek kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Alor.

 

Di ruang diskusi, warga secara terbuka menyampaikan aspirasi krusial, mulai dari kebutuhan mendesak akan pembangunan infrastruktur jalan ruas Apui–Manmas, validasi data stunting, hingga peningkatan fasilitas kesehatan desa.

 

Pemerintah hadir bukan sekadar mendengar, melainkan memberikan pencerahan komprehensif. Melalui pemaparan jajaran Bapperida Provinsi NTT bersama dinas terkait, warga dibekali pemahaman mengenai regulasi partisipasi masyarakat (SE PARMAS) serta implementasi Peraturan Gubernur NTT tentang MUSIK KEREN, yang memastikan perencanaan pembangunan berjalan inklusif, transparan, dan berpihak pada kelompok rentan.

Baca Juga  Gubernur Melki Laka Lena Pastikan 100 Ribu Pekerja di NTT Tercover di BPJS

Hari Kedua: Ketika Wakil Gubernur NTT Menyapa Langsung Kampung Manmas

 

Puncak kebersamaan dan energi positif terpancar nyata pada hari kedua, Rabu, 28 Oktober 2026. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma hadir secara langsung menyapa masyarakat di Kampung Manmas.

Kehadiran putra kebanggaan Alor ini, disambut hangat oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Alor, unsur Forkopimda, pemerintah desa, serta Bapperida Provinsi NTT.

Kehadiran fisik para pemimpin di pelosok desa ini tidak hanya membawa kehangatan, tetapi juga menjadi momen bersejarah tatkala Wakil Gubernur menyerahkan berbagai bantuan langsung Pemerintah Provinsi NTT kepada para penerima manfaat.

Rangkaian hari kedua yang ditutup dengan ramah tamah, makan bersama, serta pagelaran seni budaya dan etalase produk lokal semakin menegaskan komitmen nyata kepemimpinan yang merangkul rakyatnya hingga ke garis batas.

Implementasi Nyata OVOP di Tanah Manmas

 

Semangat besar di balik program unggulan OVOP semakin dikonkretkan pada hari ketiga, 29 Oktober 2026, melalui pelatihan hilirisasi produk pangan lokal.

Baca Juga  ASN harus jadi Pelopor Pemberdayaan Produk Lokal NTT

Selama ini, potensi besar dari komoditas kemiri dan umbi garut di Desa Manmas kerap dijual mentah dengan nilai ekonomis yang rendah.

Melalui pelatihan praktis, warga dibekali keahlian mengolah limpahan biji kemiri menjadi minyak kemiri berkualitas tinggi menggunakan mesin cold press yang dipandu oleh narasumber ahli, Ibu Pdt. Laura Meza, S.Th.

Di sisi lain, Bapak Soleman Molina, S.Ip membimbing warga mengolah umbi garut menjadi emping garut dan pati garut yang higienis serta bernilai pasar.

 

“Desa Manmas memiliki hasil bumi yang melimpah. Pelatihan ini adalah pintu bagi kita untuk mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi yang mendatangkan pendapatan bagi keluarga,” ungkap Kepala Desa Manmas penuh antusias.

Merajut Masa Depan dari Desa

Melalui sinergi erat yang dimotori oleh Bapperida NTT, kunjungan langsung Wakil Gubernur, Wakil Bupati Alor bersama Forkopimda, serta semangat juang masyarakatnya, Desa Manmas kini bertransformasi.

 

Langkah strategis Gubernur dan Wakil Gubernur NTT lewat program OVOP terbukti bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan percikan api kemandirian yang siap menerangi masa depan Nusa Tenggara Timur dari desa.*