“Kami tidak hanya menyerahkan bibit ternak, tetapi juga menurunkan tim penyuluh untuk mendampingi kedua kelompok ini secara intensif. Pemantauan berkala akan kami lakukan agar angka kematian ternak dapat ditekan dan produksi telur harian bisa optimal sesuai target,” ungkap perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan SBD.

 

WAITARU, TIMESNTT.COM — Penguatan gizi keluarga dan kemandirian pangan di tingkat tapak terus dipacu Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Intervensi berbasis pemberdayaan kelompok masyarakat menjadi strategi kunci dalam menangani persoalan tengkes (stunting) sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan.

Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan 200 ekor ayam petelur oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T., kepada Kelompok Karya Prima dan Kelompok Mentari di Desa Waitaru, Kecamatan Kodi Utara, Jumat (9/10/2026).

Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumba Barat Daya tersebut dibagi secara merata, di mana masing-masing kelompok penerima manfaat memperoleh alokasi 100 ekor ayam petelur siap produksi.

Penyerahan bantuan secara simbolis ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten SBD, Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Camat Kodi Utara, Kepala Desa Waitaru, para koordinator dan penyuluh pertanian/peternakan wilayah Kodi Utara, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh pengurus dan anggota kelompok penerima manfaat.

Baca Juga  Perluas Akses Kesehatan, Pemkab SBD dan PT Kalbe Farma Bersinergi Lewat Cek Kesehatan Gratis dan Bantuan Insulin

Inilangkah konkret pemda dalam merespons tantangan pemenuhan gizi hewani masyarakat perdesaan, khususnya bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang telah mengawal program ini hingga sampai ke tangan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, saya menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan atas komitmen dan kerja kerasnya. Bantuan ayam petelur ini merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Ratu Ngadu Bonnu Wulla di hadapan warga Desa Waitaru.

Bupati menegaskan bahwa keberadaan telur sebagai sumber protein hewani yang terjangkau dan kaya nutrisi sangat vital untuk meningkatkan kualitas gizi keluarga, terutamanya dalam mencegah munculnya kasus stunting baru di kawasan pedesaan.

“Telur adalah sumber protein hewani yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak-anak kita. Oleh karena itu, saya berpesan kepada pengurus dan anggota Kelompok Karya Prima dan Kelompok Mentari agar memelihara dan mengelola bantuan ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Rawatlah ternak ini dengan baik agar produktif, sehingga manfaatnya benar-benar terasa bagi peningkatan gizi keluarga, kemandirian pangan, hingga menambah pendapatan masyarakat,” tutur Bupati Ratu Wulla mengimbau.

Baca Juga  Mendorong Sumba Barat Daya Ramah Anak, Pemkab Harmonisasikan RAD dengan Aturan Baru

Pendampingan Penyuluh di Lapangan

Sementara itu, jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama para penyuluh peternakan wilayah Kodi Utara menyatakan kesiapannya untuk melakukan pendampingan teknis secara berkala. Hal ini dilakukan guna memastikan aspek pakan, kesehatan ternak, serta pemeliharaan kandang berjalan sesuai standar pakan dan sanitasi veteriner.

“Kami tidak hanya menyerahkan bibit ternak, tetapi juga menurunkan tim penyuluh untuk mendampingi kedua kelompok ini secara intensif. Pemantauan berkala akan kami lakukan agar angka kematian ternak dapat ditekan dan produksi telur harian bisa optimal sesuai target,” ungkap perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan SBD.

Senada dengan hal itu, perwakilan Kelompok Karya Prima dan Kelompok Mentari mengungkapkan rasa syukur dan berkomitmen mengelola bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya demi pemenuhan gizi anak dan kemandirian kelompok.

Program penyerahan bantuan ternak petelur ini menjadi bagian dari peta jalan besar Pemkab Sumba Barat Daya dalam mendorong keterlibatan aktif warga desa menuju terwujudnya Kabupaten Sumba Barat Daya yang HEBAT—berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya menyongsong Indonesia Emas 2045.***