TAMBOLAKA, TIMESNTT.COM – Asisten Perekonomian dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya, drh. Oktavianus Dapadeda, M.Si., mewakili Bupati SBD, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Teknis shareholder kesehatan (Rakortek One Health) dalam penguatan kesehatan primer dan kesehatan hewan.

Rakortek berlangsung di Aula Hotel Sima, Kecamatan Kota Tambolaka, Senin, 26 Oktober 2026.

Turut hadir dalam forum tersebut unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tim Kemitraan Indonesia-Australia untuk Transformasi Kesehatan Hewan, Nahjal Jovial Nisa, Provincial Manager Kita Sehat Wilayah NTT, Teda Littik, Kepala Kesyahbandaran Weekero dan jajaran, Kepala Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan beserta jajaran, KP3 Udara Lede Kalumbang, para kepala OPD, para kepala puskesmas, mitra pembangunan bidang kesehatan manusia dan hewan, serta tamu undangan.

Membacakan sambutan Bupati Sumba Barat Daya, Asisten II Oktavianus Dapadeda menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten SBD sebagai salah satu dari tiga kabupaten lokus Program Kita Sehat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga  Bupati SBD Serahkan 150.000 Buku Bermutu untuk Perpustakaan Desa dan Rumah Ibadah Dorong Gerakan Literasi Menuju SBD Cerdas

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten SBD, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan kepada daerah kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten SBD dalam mewujudkan visi daerah melalui penguatan pelayanan kesehatan primer, penurunan stunting, serta penurunan angka kematian ibu dan anak. Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata.

Menurut dia, kesehatan manusia sangat bergantung pada kelestarian lingkungan dan kesehatan hewan, terutama penanganan penyakit zoonosis seperti rabies, antraks, leptospirosis, serta potensi penyakit infeksi baru yang dapat berdampak langsung pada kesehatan masyarakat maupun perekonomian daerah.

Melalui forum Rakortek ini, Pemda SBD berharap terbangun kolaborasi yang erat, sinergis, dan berkelanjutan dengan pihak swasta, LSM, NGO, lembaga donor, dan seluruh mitra pembangunan.

Baca Juga  Bupati SBD Resmikan Gedung Baru SMP Harapan, Tegaskan Komitmen Pembangunan Pendidikan Berkarakter

“Sinergi lintas sektor ini adalah kunci agar program-program kesehatan bisa berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat hingga akar rumput,” katanya.

Asisten II menambahkan, rapat koordinasi lintas sektor ini diharapkan mampu membangun persepsi dan komitmen yang seragam dalam penguatan Layanan Primer Terintegrasi atau Integrated Primary Care (ILP). Dengan demikian, penanganan stunting serta penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi dapat diintervensi secara presisi berdasarkan data keluarga dan sasaran yang akurat, disertai kesadaran bersama di bidang kesehatan hewan.

Pengendalian penyakit zoonosis seperti rabies dan risiko penyakit infeksi baru, lanjut dia, perlu dijadikan agenda bersama. Pemahaman mendalam atas isu-isu prioritas tersebut akan menjadi pijakan untuk menyusun rencana kerja tahun 2027 yang benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat Sumba Barat Daya di lapangan.***