Kupang, Timesntt.com– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir. Muhamad Ansor, menyerap aspirasi masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Belo, Kota Kupang, Rabu (28/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD NTT itu berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, pemberdayaan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga akses terhadap bantuan sosial pemerintah.

Ketua RT 21 Kelurahan Belo, Hendi Boko, menyampaikan bahwa kehadiran wakil rakyat tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Ia berharap Muhamad Ansor dapat membantu memperjuangkan perbaikan jalan di kawasan perumahan mereka.

Menanggapi aspirasi warga, Muhamad Ansor mengatakan, kegiatan reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk menyerap sebanyak mungkin aspirasi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan tugas dan kewenangannya sebagai wakil rakyat.

“Saya harus menyerap aspirasi lebih banyak, terlebih khusus yang berkaitan dengan tugas saya di DPRD,” ujarnya.

Ansor juga menyampaikan ucapan selamat memasuki Bulan Keluarga kepada masyarakat serta mendoakan umat Katolik yang sedang menjalankan doa Rosario.

Baca Juga  Fraksi Golkar Minta Pemprov NTT Manfaatkan Aset Pemda untuk Tingkatkan PAD

Dalam dialog tersebut, ia turut menyoroti persoalan akses masyarakat terhadap layanan BPJS Kesehatan, terutama bagi peserta mandiri yang terkadang mengalami kendala pembayaran iuran.

Menurutnya, persoalan data masyarakat juga perlu mendapat perhatian agar warga yang memenuhi kriteria dapat memperoleh akses terhadap program bantuan pemerintah.

Ia menjelaskan, masyarakat dapat menyampaikan data untuk selanjutnya dibantu dalam proses verifikasi berdasarkan desil kesejahteraan.

Sebagai anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, Ansor menyatakan akan mengawal aspirasi masyarakat terkait pendataan dan proses verifikasi tersebut sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, seorang warga bernama Ita menyampaikan aspirasi terkait pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi perempuan yang menjalankan usaha kecil.

Ia berharap adanya dukungan melalui dana aspirasi anggota DPRD untuk membantu mengembangkan aktivitas usaha yang dijalankannya.

“Kami di sini ibu-ibu pegiat UMKM. Kami minta tolong kalau ada dana aspirasi dewan, bisa mendukung aktivitas kami dalam berjualan,” ungkap Ita.

Aspirasi serupa disampaikan warga lainnya, Nenci. Ia mengapresiasi kehadiran Muhamad Ansor yang datang langsung menemui masyarakat untuk mendengarkan persoalan yang mereka hadapi, termasuk kebutuhan terhadap program pemberdayaan ekonomi.

Baca Juga  Sebanyak 220 Ribu Siswa Menabung di Bank NTT, Pecahan Rekor Muri

Selain infrastruktur dan ekonomi, warga juga mempertanyakan kepastian akses terhadap bantuan sosial pemerintah.

Seorang warga bernama Kristo mengaku berada pada desil 3, tetapi masih membutuhkan kejelasan mengenai program bantuan yang dapat diaksesnya.

Ia mempertanyakan mekanisme untuk memantau kelayakan penerima bantuan, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), setelah masyarakat menjalani proses pendataan atau sensus.

Menurut Kristo, setelah proses pendataan dilakukan, belum ada kejelasan mengenai bantuan pemerintah yang dapat diterima.

Berbagai aspirasi tersebut menjadi catatan penting dalam kegiatan reses Muhamad Ansor di Kelurahan Belo. Warga berharap persoalan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing.

Kegiatan reses ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada wakil rakyat, sekaligus mendorong agar persoalan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, layanan kesehatan, dan bantuan sosial mendapat perhatian lebih lanjut.
Pada akhir sesi dialog Ansor menyampaikan pesan agar warga memastikan diri memiliki BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dan juga mastikan diri terdaftar di desil.*