“Kami menyadari bahwa dalam masa penanganan darurat pascabencana ini, kecukupan pangan dan perlindungan dari cuaca adalah kebutuhan yang sangat mendesak. Bantuan terpal, selimut, serta sembako ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” tutur Stefanus.
TAMBOLAKA, TIMESNTT.COM — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, terus memacu penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak gempa bumi. Penanganan darurat diprioritaskan untuk menjangkau kawasan pesisir dan pedalaman guna memastikan kebutuhan dasar pengungsi serta warga terisolasi dapat terpenuhi secara merata.
Langkah percepatan penanggulangan bencana tersebut diwujudkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang bergerak menyisir sejumlah wilayah kecamatan, Rabu (14/10/2026).
Penyaluran logistik pada hari tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan warga di empat wilayah, yakni Kecamatan Kodi, Kodi Utara, Kodi Bangedo, dan Kodi Balaghar. Bantuan diantar langsung menggunakan armada darat menuju posko lapangan yang dipusatkan di kantor kecamatan masing-masing.
Kepala BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya, Stefanus Malo, S.IP., menjelaskan bahwa pemerintah daerah menerapkan pola distribusi berjenjang untuk menjaga akuntabilitas sekaligus mempercepat penyerahan barang di tingkat tapak.
“Mekanisme penyaluran bantuan kami lakukan secara berjenjang. Logistik yang tiba di posko lapangan kecamatan langsung diteruskan kepada para kepala desa, untuk kemudian disalurkan secara presisi kepada warga yang menjadi korban bencana gempa bumi di tiap-tiap dusun,” ujar Stefanus Malo di Tambolaka.
Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Peta Distribusi
Paket bantuan logistik yang disalurkan mencakup bahan pangan dan perlengkapan perlindungan darurat, seperti beras, mi instan, air mineral, terpal, tikar, hingga selimut. Paket ini dirancang untuk menopang kebutuhan warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau masih bertahan di pos pengungsian sementara.
“Kami menyadari bahwa dalam masa penanganan darurat pascabencana ini, kecukupan pangan dan perlindungan dari cuaca adalah kebutuhan yang sangat mendesak. Bantuan terpal, selimut, serta sembako ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” tutur Stefanus.
Stefanus memaparkan, penyaluran logistik ini merupakan rangkaian dari operasi penanganan bencana yang digelar secara bertahap dan berkelanjutan. Sebelumnya, pada Selasa (13/10/2026), tim BPBD telah menuntaskan penyaluran logistik untuk warga terdampak di wilayah Kecamatan Loura.
Adapun pada Kamis (15/10/2026), BPBD SBD dijadwalkan melanjutkan pengiriman bantuan ke wilayah Kecamatan Kota Tambolaka serta wilayah daratan Wewewa.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui BPBD terus mengupayakan penanganan terbaik. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan konsisten agar seluruh titik terdampak—tanpa terkecuali—menerima pasokan kebutuhan dasar selama masa penanganan darurat ini,” tegas Kepala BPBD SBD tersebut.
Sinergi Camat dan Kepala Desa di Lapangan
Sementara itu, jajaran pemerintah kecamatan dan kepala desa di wilayah Kodi menyatakan siap mengawal ketat pendistribusian logistik dari kantor kecamatan hingga sampai ke tangan keluarga penerima manfaat.
“Kami mengapresiasi langkah cepat BPBD SBD. Begitu pasokan beras, terpal, dan selimut ini mendarat di posko kecamatan, kami bersama para kepala desa langsung membagi alokasi berdasarkan data kerusakan dan jumlah jiwa terdampak di tiap desa, sehingga tidak ada warga yang terlewat,” ungkap salah seorang camat di wilayah Kodi.
Melalui pendistribusian yang terstruktur dan terukur ini, Pemkab Sumba Barat Daya berharap kondisi tanggap darurat dapat terkelola dengan baik, sekaligus menjaga stabilitas kesehatan dan kenyamanan warga terdampak selama proses pemulihan pascabencana berlangsung.***

Tinggalkan Balasan