Kupang, Timesntt com – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terus menggenjot penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga September 2026, bank milik pemerintah daerah tersebut telah menyalurkan KUR sebesar Rp52 miliar dari total alokasi Rp300 miliar.

Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong, mengatakan penyaluran KUR baru berjalan efektif pada Juli 2026. Kondisi tersebut membuat bank memiliki waktu yang relatif singkat untuk mengejar target penyaluran hingga akhir tahun.

Menurut Aloysius, Bank NTT harus bekerja lebih keras agar alokasi KUR dari pemerintah pusat dapat terserap secara optimal.

“ Kita memang dialokasikan Rp300 miliar. Tapi kita mulai efektif salurkan KUR itu pada Juli. Jadi, baru tiga bulan kita salurkan KUR dan posisi sampai September sudah Rp52 miliar. Untuk bisa terserap semua hingga akhir tahun, tentu perlu upaya yang lebih besar,” ujar Aloysius saat diwawancarai RakyatNTT.id seusai pelantikan Flouri Rita Wuisan sebagai Komisaris Independen Bank NTT di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT, Senin (26/10/2026).

Baca Juga  Gubernur Melki Sebut Bank NTT Bukan Sekadar Tempat Simpan Uang, tapi Urat Nadi Ekonomi Daerah

Meski mengejar target penyaluran, Aloysius menegaskan bahwa Bank NTT tidak hanya berorientasi pada besarnya dana yang disalurkan. Aspek kehati-hatian dan kepatuhan terhadap ketentuan tetap menjadi prioritas untuk memastikan pembiayaan menjangkau pelaku usaha yang layak.

Ia menjelaskan, kualitas kredit merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kesehatan portofolio pinjaman. Karena itu, peningkatan penyaluran KUR harus berjalan seiring dengan pengawasan dan pengelolaan risiko kredit.

“Kita mengutamakan penyaluran KUR berjalan baik sesuai ketentuan. Kita bersyukur karena sampai saat ini NPL masih nol persen. Jadi, sejalan dengan penyaluran KUR, kita juga menjaga kualitasnya,” jelas Aloysius.

Gubernur Dorong Perbankan Genjot KUR

Di sisi lain, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mendorong Bank NTT dan seluruh lembaga perbankan di daerah itu untuk meningkatkan penyaluran KUR kepada pelaku UMKM.

Dorongan tersebut ditujukan kepada bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank pembangunan daerah, maupun bank swasta yang beroperasi di NTT.

Baca Juga  Laka Lena, Bahlil, dan Airlangga; Jalur 'Kuning' untuk Ekonomi NTT Bangkit

Melki berharap alokasi KUR dari pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di NTT.

Menurutnya, akses pembiayaan yang lebih luas dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat perekonomian daerah.

“Kita dorong bank Himbara, bank daerah, dan bank swasta untuk membantu UMKM di semua kabupaten dan kota di NTT. Kalau bisa habis kuota, asalkan sesuai dengan aturan,” tegas Melki dalam sambutannya pada acara pelantikan Komisaris Independen Bank NTT.

Dengan alokasi KUR sebesar Rp300 miliar, Bank NTT masih memiliki pekerjaan besar untuk meningkatkan realisasi penyaluran hingga akhir 2026. Di tengah upaya mengejar target tersebut, bank juga dituntut mempertahankan kualitas kredit agar pembiayaan yang diberikan benar-benar mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.*