“Mari kita jadikan perayaan HUT ke-9 ini sebagai pemicu semangat baru untuk menjadi garam dan terang. Gereja harus terus hadir membawa damai, mendampingi warga yang membutuhkan, serta berjalan berdampingan dengan pemerintah membangun Sumba Barat Daya yang mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.
WEWEWA TIMUR, TIMESNTT.COM — Perjalanan sembilan tahun persekutuan umat di pelosok pedesaan menjadi ruang refleksi mendalam atas pertumbuhan iman, kemandirian jemaat, serta penguatan peran sosial gereja di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dengan lembaga keagamaan sebagai pilar utama pembangunan karakter dan kesejahteraan warga.
Pesan kunci tersebut mengemuka saat Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, menghadiri ibadah syukur bersama sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-9 Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Dimu Dede di Kecamatan Wewewa Timur, Minggu (18/10/2026).
Suasana penuh sukacita dan nuansa kebersamaan mewarnai ibadah syukur tersebut, yang dihadiri oleh ratusan warga jemaat, para hamba Tuhan, majelis jemaat, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah dan kecamatan setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga dan majelis GKS Jemaat Dimu Dede atas usia pelayanan yang ke-9 tahun.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan pribadi, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-9 kepada GKS Jemaat Dimu Dede. Usia sembilan tahun adalah bukti penyertaan Tuhan sekaligus hasil kerja keras dan ketulusan seluruh jemaat dalam membangun persekutuan rohani yang solid,” ujar Ratu Ngadu Bonnu Wulla di hadapan warga jemaat.
Bupati menekankan bahwa pemerintah daerah memandang keberadaan gereja bukan sekadar sebagai tempat peribadatan fisik, melainkan mitra strategis dalam membina mental, moral, dan spiritualitas masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur daerah yang pesat tidak akan memberikan dampak maksimal jika tidak diimbangi dengan penguatan karakter manusia.
“Pembangunan daerah yang sejati harus menyentuh manusia dan jiwanya. Oleh karena itu, Pemkab Sumba Barat Daya terus membuka ruang kerja sama yang luas dengan pihak gereja, baik dalam program pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi jemaat berbasis potensi desa,” tutur Bupati Ratu Wulla menambahkan.
Ia juga mengajak seluruh elemen jemaat untuk terus memelihara rasa persatuan, semangat gotong royong, serta kepedulian sosial terhadap sesama di wilayah Wewewa Timur.
“Mari kita jadikan perayaan HUT ke-9 ini sebagai pemicu semangat baru untuk menjadi garam dan terang. Gereja harus terus hadir membawa damai, mendampingi warga yang membutuhkan, serta berjalan berdampingan dengan pemerintah membangun Sumba Barat Daya yang mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.
Aspirasi Majelis dan Umat
Sementara itu, perwakilan Majelis GKS Jemaat Dimu Dede menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan kehadiran langsung pimpinan daerah dalam momen bersejarah bagi jemaat tersebut. Kehadiran pemerintah daerah dinilai memberikan dorongan moral yang besar bagi jemaat yang terus berbenah.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Ibu Bupati di tengah-tengah jemaat GKS Dimu Dede. Di usianya yang k-9 ini, kami berkomitmen untuk terus membina iman umat sekaligus mendukung program-program pembangunan pemerintah demi kemajuan masyarakat Wewewa Timur,” ungkap pimpinan Majelis GKS Dimu Dede.
Rangkaian perayaan peringatan HUT ke-9 GKS Dimu Dede diakhiri dengan prosesi pemotongan tumpeng, doa bersama untuk kemajuan daerah, serta ramah tamah yang mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah, pimpinan gereja, dan seluruh warga jemaat.***

Tinggalkan Balasan