“Sumba Barat Daya mempunyai potensi besar, tetapi juga menghadapi tantangan yang luar biasa. Pertama, ketersediaan lapangan pekerjaan yang masih minim. Kedua, UMKM kita yang belum berkembang secara optimal. Dan ketiga, sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, serta pariwisata yang belum memberikan nilai tambah signifikan bagi ekonomi masyarakat,” ungkap Dominikus.
TAMBOLAKA, TIMESNTT.COM — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumba Barat Daya resmi mengukuhkan kepengurusan baru untuk periode 2026–2031. Di tengah melimpahnya potensi daerah yang belum tergarap optimal, Kadin didorong untuk tidak sekadar menjadi wadah pengumpul pengusaha, melainkan tampil sebagai motor penggerak utama dalam mentransformasi potensi ekonomi menjadi lapangan kerja riil bagi masyarakat.
Penegasan tersebut mengemuka dalam Pelantikan Pengurus Kadin Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) periode 2026–2031 yang berlangsung di Aula Hotel Sinar Tambolaka, Kecamatan Kota Tambolaka, Rabu (21/10/2026).
Dalam acara tersebut, Roy Risaldy Ely resmi dilantik sebagai Ketua Kadin SBD periode 2026–2031. Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, serta disaksikan oleh Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alphawan Rangga Kaka, para senior Kadin, pelaku usaha lokal, dan pemangku kepentingan perbankan.
Hadir memberikan arahan, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alphawan Rangga Kaka menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi kepengurusan periode sebelumnya sekaligus memberikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus baru.
“Selamat dan proficiat. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, serta komitmen yang tinggi untuk memajukan perekonomian di Sumba Barat Daya,” ujar Dominikus.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya secara khusus menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus Kadin SBD periode 2021–2026 atas kerja keras dan kontribusi nyata dalam membina dunia usaha lokal selama lima tahun terakhir.
Tiga Tantangan Utama Ekonomi Daerah
Dalam ulasannya, Dominikus menguraikan bahwa Sumba Barat Daya menyimpan kekayaan sumber daya yang amat besar, tetapi pada saat yang sama harus berhadapan dengan tantangan struktural yang tidak ringan. Ia memetakan tiga persoalan mendasar yang menjadi pekerjaan rumah bersama antara pemerintah dan dunia usaha.
“Sumba Barat Daya mempunyai potensi besar, tetapi juga menghadapi tantangan yang luar biasa. Pertama, ketersediaan lapangan pekerjaan yang masih minim. Kedua, UMKM kita yang belum berkembang secara optimal. Dan ketiga, sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, serta pariwisata yang belum memberikan nilai tambah signifikan bagi ekonomi masyarakat,” ungkap Dominikus.
Oleh karena itu, keberadaan Kadin diharapkan mampu mendobrak kelesuan tersebut melalui strategi bisnis yang inklusif dan berorientasi pada pemberdayaan warga lokal.
“Investasi di Pulau Sumba, khususnya Sumba Barat Daya, memiliki prospek yang sangat cerah. Kadin Sumba Barat Daya tidak boleh hanya menjadi kumpulan pengusaha, tetapi harus menjadi motor pembangunan ekonomi rakyat,” tegas Wabup.
Guna menjawab hambatan permodalan dan kemitraan, Pemkab SBD menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi sinergi tiga pihak antara pemerintah, Kadin, dan sektor perbankan.
“Pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri. Kami akan terus bergandengan tangan dengan Kadin untuk mendorong investasi masuk ke Sumba Barat Daya, mengembangkan kerja sama dengan dunia usaha, serta menggandeng sektor perbankan guna memperluas akses modal bagi pelaku usaha demi menciptakan lapangan kerja,” lanjutnya.
Mengakhiri pidatonya, Dominikus mengajak seluruh jajaran pengurus Kadin dan elemen bisnis untuk mengonversi potensi alam Sumba menjadi aksi nyata di lapangan.
“Mari kita sama-sama mengubah potensi yang ada menjadi lapangan pekerjaan, di mana lapangan pekerjaan itu berdampak langsung bagi peningkatan taraf hidup masyarakat. Mari bergandengan tangan membangun Sumba Barat Daya, tidak hanya dengan kata-kata, tetapi dengan kerja nyata,” ajaknya.
Komitmen Kadin Provinsi dan Pengurus Baru
Sementara itu, Ketua Kadin Provinsi NTT Bobby Lianto menekankan pentingnya Kadin kabupaten untuk aktif membangun jejaring (networking) serta menangkap peluang investasi luar yang dapat diintegrasikan dengan komoditas lokal Sumba.
“Kami mengamanatkan pengurus Kadin SBD yang baru dilantik di bawah kepemimpinan Bro Roy Risaldy Ely untuk langsung bergerak cepat. Potensi pariwisata dan pertanian Sumba Barat Daya sangat dilirik investor luar. Tugas Kadin adalah menjadi jembatan agar investasi yang masuk memprioritaskan tenaga kerja dan pengusaha lokal sebagai mitra strategis,” tegas Bobby Lianto usai melantik kepengurusan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Kadin SBD terpilih, Roy Risaldy Ely, menyatakan kesiapannya untuk langsung mengonsolidasikan seluruh kekuatan pelaku usaha, baik skala mikro, kecil, menengah, hingga skala besar di Sumba Barat Daya.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan ini dan siap berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kabupaten SBD. Fokus awal kami adalah memperkuat pendampingan bagi UMKM agar naik kelas, memfasilitasi akses pembiayaan melalui lembaga keuangan, serta membuka iklim kemitraan yang transparan agar investor merasa aman bertanam modal di SBD,” janji Roy Risaldy Ely.
Melalui sinergi erat antara Kadin, pemerintah daerah, dan sektor perbankan ini, Sumba Barat Daya optimistis mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi inklusif serta menekan angka pengangguran di tanah Maraada Mandora.***

Tinggalkan Balasan