“Dengan terbentuknya jemaat yang baru, pelayanan pastoral dan pembinaan spiritual bagi persekutuan jemaat di tempat ini diharapkan dapat berjalan lebih intensif, dekat, dan efektif. Kehadiran pendeta yang baru tentu akan semakin memperkuat pelayanan rohani, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat pengabdian di tengah masyarakat,” ujar Enos Eka Dede membacakan amanat Bupati.

 

WEWEWA TENGAH, TIMESNTT.COM — Pertumbuhan rohani dan kemandirian persekutuan umat di wilayah pedalaman Sumba terus menunjukkan dinamika positif. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, menyambut baik langkah pemekaran jemaat yang diiringi penguatan pelayanan pastoral demi mendekatkan pelayanan kepada umat.

Momentum penting tersebut ditandai dengan terselenggaranya Ibadah Pemekaran Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Binatana Cabang Letegarona sekaligus Pentahbisan Pendeta Pdt. Samuel Bili, S.Th. Ibadah yang berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan khidmat ini dihelat di GKS Letegarona, Desa Kalimbu Ndara (Kalli Ngara), Kecamatan Wewewa Tengah, Jumat (23/10/2026).

Acara bersejarah ini dihadiri oleh jajaran luas pimpinan gereja, unsur legislatif, eksekutif, serta ribuan warga jemaat. Tampak hadir di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK SBD Markus Dairo Talu, anggota DPRD Kabupaten SBD, Camat Wewewa Tengah, serta para tokoh adat dan masyarakat setempat.

Selain itu, hadir pula jajaran pimpinan tertinggi Sinode GKS, yakni Ketua Umum Demisioner BPMS Sinode GKS Pdt. Marlin Lomi, S.Th., dan Ketua Umum Terpilih BPMS Sinode GKS Pdt. Jakub Malo Bili, S.Th., M.Pd., bersama pengurus harian lainnya. Hadir pula Ketua BPMJ GKS Jemaat Binatana Pdt. Edelaida Paramita Natara, S.Si-Teol., Kepala Perwakilan YAPMAS, para pendeta, vikar, serta panitia pemekaran.

Baca Juga  Peluang Kedaulatan Energi Nasional, Pemkab Sumba Barat Daya Luncurkan Gerakan Tanam Jagung dan Ubi Kayu untuk Industri Bioetanol

Tonggak Sejarah dan Pemerataan Pelayanan

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya pemekaran jemaat dan pentahbisan pendeta baru ini. Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda SBD, Enos Eka Dede, menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar urusan administratif organisasi gereja.

“Dengan terbentuknya jemaat yang baru, pelayanan pastoral dan pembinaan spiritual bagi persekutuan jemaat di tempat ini diharapkan dapat berjalan lebih intensif, dekat, dan efektif. Kehadiran pendeta yang baru tentu akan semakin memperkuat pelayanan rohani, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat pengabdian di tengah masyarakat,” ujar Enos Eka Dede membacakan amanat Bupati.

Lebih lanjut, pemda memandang bahwa gereja memiliki posisi yang sangat strategis sebagai mitra moral dan kultural pemerintah. Sinergi antara pelayanan keumatan dan program pembangunan daerah dinilai krusial dalam merespons berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya senantiasa memandang gereja sebagai mitra strategis dalam pembangunan mental, spiritual, dan moral masyarakat. Oleh karena itu, Pemkab SBD membuka ruang kerja sama yang seluas-luasnya dengan gereja, baik di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi jemaat, maupun pembangunan infrastruktur penunjang pelayanan,” tutur Enos menambahkan.

Kolaborasi yang kokoh antara negara dan lembaga keagamaan ini diyakini mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat Sumba Barat Daya secara berkelanjutan ke depan.

Aspirasi Sinode dan Persekutuan Jemaat

Sementara itu, dari pihak pimpinan gereja, Ketua Umum Terpilih BPMS Sinode GKS, Pdt. Jakub Malo Bili, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat terhadap proses pemekaran jemaat ini. Menurutnya, Letegarona memiliki potensi pertumbuhan iman yang sangat kuat dan membutuhkan perhatian pastoral yang lebih fokus.

Baca Juga  Meringkus Gagasan Indonesia Maju lewat Karakter Pemuda yang Patriotik dan Berempati

“Pemekaran jemaat ini adalah buah dari kerja keras, doa, dan pertumbuhan iman warga jemaat yang rindu agar pelayanan firman Tuhan dapat menjangkau umat secara lebih dekat. Kami berterima kasih atas dukungan penuh Pemkab SBD dan seluruh pihak yang telah mendedikasikan waktu serta tenaga hingga hari pentahbisan ini terlaksana,” ungkap Pdt. Jakub Malo Bili.

Senada dengan hal tersebut, Ketua BPMJ GKS Jemaat Binatana, Pdt. Edelaida Paramita Natara, menyampaikan rasa harunya atas sinergi lintas pihak yang mengawal perjalanan jemaat cabang hingga resmi dimekarkan menjadi jemaat mandiri.

“Perjuangan panjang ini akhirnya berbuah manis. Dengan ditahbiskannya Pdt. Samuel Bili, kami berharap jemaat GKS Letegarona semakin bertumbuh kuat, menjadi terang di tengah masyarakat, serta konsisten merawat nilai-nilai kebersamaan dan kedamaian di Wewewa Tengah,” kata Pdt. Edelaida.

Rangkaian acara yang sarat nuansa kebersamaan ini ditutup dengan prosesi doa bersama, penyerahan ucapan selamat kepada Pdt. Samuel Bili beserta keluarga dan majelis jemaat yang baru dikukuhkan. Kehadiran jemaat dari berbagai penjuru mempertegas harapan agar GKS Jemaat Letegarona dapat terus menjadi agen transformasi sosial dan pembawa damai sejahtera bagi seluruh masyarakat di Sumba Barat Daya.***