“Pemerintah Daerah memandang bahwa pembangunan daerah yang utuh tidak hanya berfokus pada fisik semata, melainkan juga harus menyentuh pembentukan karakter, penguatan iman, dan pembinaan kerukunan sosial. Semoga Gereja Santo Mateus Stasi Dokabila ini menjadi sumber berkat, pengharapan, dan kasih bagi seluruh umat serta masyarakat di Wewewa Barat,” pungkasnya.

WEWEWA BARAT, TIMESNTT.COM — Pembangunan daerah yang utuh tidak hanya ditopang oleh kemajuan fisik dan infrastruktur belaka, tetapi juga harus berakar kuat pada penguatan karakter serta spiritualitas masyarakat. Kehadiran tempat ibadah yang representatif diharapkan mampu menjadi pusat pembentukan moralitas dan perekat kerukunan sosial di tingkat tapak.

Pesan kunci tersebut mengemuka dalam Perayaan Ekaristi sekaligus Peresmian dan Pemberkatan Gedung Gereja Katolik Santo Mateus Stasi Dokabila, Paroki Hati Kudus Yesus Weekombaka, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Selasa (20/10/2026).

Ibadah dan seremoni pemberkatan gedung gereja baru ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Weetabula, Mgr. Edmund Woga, C.SS.R.

Peristiwa iman yang penuh sukacita ini dihadiri oleh jajaran pimpinan hierarki Gereja Katolik dan perwakilan pemerintah daerah. Tampak hadir Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alphawan Rangga Kaka, Pater Provinsial Redemptoris Indonesia Pater Yakobus Umbu Warata, C.SS.R., Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Weekombaka Romo Benyamin Leti Galli, Pr., beserta Dewan Pastoran Paroki.

Turut hadir para imam, biarawan-biarawati, pendeta dari berbagai denominasi gereja tetangga, Kepala Desa Lua Koba, panitia pembangunan, tokoh masyarakat, serta ratusan umat Stasi Dokabila.

Baca Juga  Tanggap Darurat Bencana, Pemkab Sumba Barat Daya Salurkan Logistik Korban Gempa di Wilayah Kodi dan Wewewa

Momentum Peneguhan Iman dan Pembangunan Karakter

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alphawan Rangga Kaka menyampaikan apresiasi dan selamat (proficiat) setinggi-tingginya dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya kepada seluruh umat, panitia, dan para donatur yang telah bekerja keras mewujudkan rumah ibadah tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, kami menyampaikan proficiat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh umat, panitia, serta segenap pihak yang telah berkontribusi dengan tulus dalam pembangunan gedung Gereja Santo Mateus ini,” ujar Dominikus.

Dominikus menekankan bahwa peristiwa pemberkatan gereja ini harus dimaknai lebih dari sekadar peresmian bangunan fisik. Gedung tempat ibadah merupakan sarana pembinaan mental dan spiritual warga agar semakin berdaya tahan dalam menghadapi dinamika sosial.

“Pemberkatan gereja ini menjadi momentum penting untuk semakin meneguhkan iman, mempererat persaudaraan, dan memperkuat semangat pelayanan. Kiranya gereja ini senantiasa menjadi tempat umat bertumbuh dalam iman, menghidupi kasih, serta mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” tutur Wabup SBD tersebut.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu menyeimbangkan pembangunan antara dimensi materiil dan spiritual.

“Pemerintah Daerah memandang bahwa pembangunan daerah yang utuh tidak hanya berfokus pada fisik semata, melainkan juga harus menyentuh pembentukan karakter, penguatan iman, dan pembinaan kerukunan sosial. Semoga Gereja Santo Mateus Stasi Dokabila ini menjadi sumber berkat, pengharapan, dan kasih bagi seluruh umat serta masyarakat di Wewewa Barat,” pungkasnya.

Baca Juga  Diduga Melanggar Tata Ruang Pesisir, Pemkab Sumba Barat Daya Tegur Pengelola Hotel Mario di Mananga Aba

Amanat Keuskupan dan Persekutuan Umat

Sementara itu, dalam khotbah dan pesan pastoralnya, Uskup Keuskupan Weetabula Mgr. Edmund Woga, C.SS.R., mengingatkan umat agar menjadikan gedung gereja yang megah sebagai sarana untuk mempererat persatuan dan kepedulian sosial terhadap sesama, tanpa membeda-bedakan.

“Gedung gereja yang indah ini adalah wujud nyata dari iman dan pengorbanan bersama seluruh umat Stasi Dokabila. Namun ingatlah, gereja yang sejati adalah hati dan persekutuan kita sendiri. Rumah Tuhan ini harus menjadi tempat yang ramah, menghadirkan damai, serta memancarkan kasih Kristus bagi lingkungan sekitar,” ungkap Mgr. Edmund Woga.

Senada dengan hal tersebut, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Weekombaka, Romo Benyamin Leti Galli, Pr., menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas sinergi yang terbangun antara umat, pemerintah daerah, dan lintas umat beragama yang turut mendukung proses pembangunan hingga usai.

“Perjalanan panjang pembangunan gereja stasi ini akhirnya rampung berkat kemurahan Tuhan dan solidaritas banyak pihak. Kehadiran Bapak Wakil Bupati, jajaran pimpinan keuskupan, serta para pendeta tetangga hari ini mempertegas betapa indahnya kebersamaan di tanah Sumba ini,” kata Romo Benyamin.

Acara peresmian dan pemberkatan gedung gereja diakhiri dengan ramah tamah serta santap siang bersama, mempertegas suasana kehangatan dan semangat persaudaraan antarelemen masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya.***