“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Sumba Barat Daya, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Australia dan para mitra NGO. Kehadiran program-program kemitraan ini memberikan dampak nyata dalam mendukung agenda pembangunan daerah,” ujar Ratu Ngadu Bonnu Wulla di sela-sela diskusi.

 

TAMBOLAKA, TIMESNTT.COM — Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya untuk mengakselerasi pembangunan daerah melalui kerja sama internasional terus diperkuat. Sektor-sektor vital seperti kesehatan, pemberdayaan ekonomi, ketahanan iklim, hingga perlindungan anak menjadi fokus utama penajaman kemitraan strategis antara Pemkab Sumba Barat Daya dan Pemerintah Australia.

Langkah diplomasi dan konsolidasi program tersebut mengemuka saat Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, menerima kunjungan resmi serta memimpin diskusi bersama delegasi Kedutaan Besar (Kedubes) Australia yang didampingi oleh sejumlah perwakilan organisasi non-pemerintah (non-governmental organization/NGO) di Rumah Jabatan Bupati, Tambolaka.

Pertemuan tersebut dirancang sebagai ruang evaluasi sekaligus pemetaan arah kerja sama baru agar program hibah dan pendampingan yang disalurkan Pemerintah Australia serta lembaga mitra berdaya guna secara optimal bagi warga di tingkat tapak.

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan dukungan konsisten dari Pemerintah Australia serta jaringan NGO mitra pembangunan yang selama ini aktif mendampingi masyarakat Sumba.

Baca Juga  Bupati Sumba Barat Daya: “Anak Hebat, Indonesia Kuat” pada Peringatan HAN 2025

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Sumba Barat Daya, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Australia dan para mitra NGO. Kehadiran program-program kemitraan ini memberikan dampak nyata dalam mendukung agenda pembangunan daerah,” ujar Ratu Ngadu Bonnu Wulla di sela-sela diskusi.

Bupati menegaskan bahwa Pemkab Sumba Barat Daya senantiasa terbuka untuk berkolaborasi secara inklusif. Menurutnya, tantangan pembangunan di daerah—seperti penanganan stunting, penguatan kesehatan masyarakat berbasis One Health, perlindungan perempuan dan anak, hingga adaptasi perubahan iklim bagi petani—membutuhkan pendekatan multi-pihak yang solid.

“Sumba Barat Daya memiliki potensi yang luar biasa, namun kami juga menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks. Sinergi antara pemerintah daerah, Kedutaan Besar Australia, dan lembaga mitra LSM sangat penting agar intervensi program berjalan presisi, berbasis data, dan langsung menyasar kebutuhan riil warga di desa-desa,” tutur Bupati Ratu Wulla menambahkan.

Komitmen Berkelanjutan dari Mitra Australia

Sementara itu, perwakilan dari Kedutaan Besar Australia menyatakan komitmennya untuk terus memelihara dan meningkatkan kualitas kemitraan bilateral yang inklusif dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Pihaknya menilai Pemkab SBD sangat kooperatif dan memiliki komitmen politik yang kuat dalam mengawal ketercapaian program-program hibah di lapangan.

Baca Juga  HUT Ke-9 GKS Dimu Dede, Bupati Sumba Barat Daya Dorong Peran Gereja perkuat Karakter dan Pembangunan Desa

“Sumba Barat Daya merupakan salah satu wilayah mitra strategis kami di Indonesia timur. Kunjungan ini bertujuan untuk mendengarkan langsung masukan dari Ibu Bupati dan jajaran pemda, serta memastikan bahwa program-program kerja sama—baik di bidang kesehatan, pemberdayaan masyarakat, maupun inklusi sosial—dapat terus berlanjut secara efektif dan berkelanjutan,” ungkap perwakilan Kedubes Australia dalam kesempatan tersebut.

Senada dengan hal itu, perwakilan konsorsium NGO mitra pembangunan yang turut hadir menekankan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan lokal agar manfaat program dapat bertahan jangka panjang meski periode pendampingan telah usai.

“Fokus kami bersama Pemerintah Australia tidak hanya menyelesaikan masalah di permukaan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dan aparatur di tingkat daerah. Kolaborasi erat dengan Pemkab SBD adalah kunci agar perubahan positif ini dapat terintegrasi ke dalam kebijakan dan anggaran daerah,” jelas perwakilan konsorsium NGO.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kedutaan Besar Australia sepakat untuk menyusun langkah tindak lanjut yang lebih konkret, guna memastikan seluruh program kemitraan berjalan sejalan dengan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumba Barat Daya.***